Lima Persiapan Menyambut Ramadhan, Memuliakan Tamu Penuh Keberkahan

Gambar Ilustrasi

kabarbawean.com - Jika Ramadhan diibaratkan sebagai tamu agung, maka kemuliaan penyambutan terhadapnya tercermin dari seberapa serius persiapan yang dilakukan. Ketika tamu penting seperti pejabat datang, seseorang akan membersihkan rumah, menyiapkan hidangan, hingga mempersiapkan diri sebaik mungkin. 

Apalagi Ramadhan, tamu istimewa yang membawa janji ampunan, pahala berlipat, serta keberkahan dunia dan akhirat, janji yang datang langsung dari Allah SWT dan pasti kebenarannya.

Lima persiapan penting yang perlu dilakukan setiap Muslim menyambut Ramadhan

Agar Ramadhan benar-benar menghadirkan perubahan, setidaknya ada lima persiapan penting yang perlu dilakukan setiap Muslim.

1. Persiapan Iman

Ramadhan diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman. Karena itu, penguatan iman menjadi fondasi utama agar hati siap menyambutnya. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman…”

Tanpa iman, Ramadhan hanya terlihat sebagai kewajiban menahan lapar dan haus. Namun dengan iman, Ramadhan menjadi kesempatan emas meraih pahala dan pengampunan.

2. Persiapan Mental: Bergembira Menyambut Ramadhan

Kegembiraan menyambut Ramadhan lahir dari keyakinan terhadap besarnya pahala dan keberkahan di dalamnya. Disebutkan dalam sebuah ungkapan:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصَمْتُهُ تَسْبِيحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُورٌ

“Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, diamnya tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.”

Bahkan disebutkan:

لَوْ تَعْلَمُ أُمَّتِي مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّوْا أَنْ تَكُونَ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ

“Seandainya umatku mengetahui keutamaan Ramadhan, niscaya mereka berharap sepanjang tahun adalah Ramadhan.”

3. Persiapan Ilmu

Mempelajari kembali fiqih puasa, amalan Ramadhan, serta keutamaannya menjadi bekal agar ibadah tidak sekadar rutinitas. Nabi SAW bersabda:

إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ

“Jika engkau mendirikan shalat, maka shalatlah seperti shalat perpisahan.”

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Maknanya, setiap ibadah termasuk Ramadhan sebaiknya dijalani seakan itulah kesempatan terakhir.

4. Persiapan Materi

Persiapan materi bukan sekadar untuk kebutuhan Lebaran, tetapi untuk memperbanyak infak, sedekah, serta berbagai amal kebaikan. Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, terutama pada bulan Ramadhan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

“Nabi adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”

5. Persiapan Kesehatan Fisik

Kesehatan fisik juga menjadi bagian penting agar ibadah Ramadhan dapat dijalankan secara maksimal mulai dari puasa, shalat malam, hingga membaca Al-Qur’an. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta mengelola stres merupakan bagian dari ikhtiar agar ibadah berlangsung optimal.

Pada akhirnya, Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum transformasi diri. Semakin baik persiapan yang dilakukan, semakin besar pula peluang meraih keberkahan dan ampunan yang dijanjikan Allah SWT.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Abd. Rauf