Kapal Karam Abad ke-19 di Perairan Bawean Simpan Jejak Sejarah Pelayaran Nusantara

Fragmen kapal yang ada di pantai nusa Bawean (Foto:M.Fauzi Hendrawan dkk tahun 2017)

kabarbawean.com - Perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, kembali menyimpan temuan bersejarah. Penelitian arkeologi bawah laut mengungkap keberadaan bangkai kapal uap abad ke-19 di sekitar Pulau Nusa, Kepulauan Bawean, yang diduga menjadi bagian penting jalur pelayaran di kawasan Laut Jawa pada masa lampau.

Tim arkeologi dari Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan bahwa bangkai kapal tersebut berada dalam kondisi terfragmentasi. Sejumlah komponen kapal telah tertutup karang, sementara bagian lainnya terkubur sedimen dasar laut. Kondisi ini menunjukkan adanya proses perubahan yang berlangsung lama akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa pembentukan data arkeologi kapal karam dipengaruhi dua proses utama. Pertama, proses perilaku sebelum kapal tenggelam, termasuk aktivitas pelayaran dan muatan yang dibawa. Kedua, proses transformasi setelah kapal tenggelam, baik yang bersifat alamiah seperti arus laut, sedimentasi, dan pertumbuhan karang, maupun akibat campur tangan manusia.

Peneliti menilai lokasi kapal yang berada di perairan relatif dangkal membuat situs ini rentan terhadap perubahan lingkungan dan intervensi manusia. Hal tersebut menyebabkan sebagian struktur kapal mengalami penyebaran material dan kerusakan. Meski demikian, sisa struktur yang masih bertahan tetap menjadi sumber data penting untuk mengungkap sejarah teknologi pelayaran serta jaringan perdagangan laut abad ke-19 di kawasan Nusantara.

Temuan ini sekaligus memperkuat posisi Bawean sebagai titik strategis dalam jalur pelayaran historis di Laut Jawa. Selain bernilai ilmiah, situs kapal karam tersebut juga memiliki potensi sebagai sumber edukasi sejarah maritim serta pengembangan penelitian arkeologi bawah laut di Indonesia.

Para peneliti berharap adanya perhatian serius terhadap upaya pelestarian situs bawah laut di sekitar Bawean agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut. Penelitian lanjutan dinilai penting untuk menggali lebih dalam peran Bawean dalam jaringan pelayaran regional pada abad ke-19 serta memperkaya khazanah sejarah maritim Nusantara.

Editor: Ahmad Faiz            Reporter: Saiful Hasan