![]() |
| Gambar ilustrasi sebuah kapal di atas laut |
kabarbawean.com - Menindaklanjuti informasi sebelumnya terkait hasil koordinasi Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik dan PT Dharma Lautan Utama (DLU) mengenai rencana deviasi kapal menuju Pulau Bawean, pihak DLU menegaskan bahwa rencana tersebut masih bersifat tentatif dan sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
Klarifikasi tersebut disampaikan Wakil Manajer Cabang Surabaya PT Dharma Lautan Utama, Eko Susanto, saat dikonfirmasi pada Kamis (15/1/2026). Ia menjelaskan bahwa kapal-kapal DLU sejatinya memiliki jadwal reguler menuju Kumai, sementara pelayaran ke Bawean merupakan deviasi yang masih dalam tahap evaluasi keselamatan.
“Memang benar ada rencana deviasi ke Bawean, tetapi belum bisa dipastikan. Jadwal kami sebenarnya reguler ke Kumai, dan deviasi ke Bawean akan dilakukan jika kondisi memungkinkan,” ujar Eko.
Terkait informasi pembukaan tiket yang sebelumnya direncanakan melalui aplikasi DLU Ferry, Eko menegaskan bahwa hingga kini penjualan tiket belum dibuka karena belum adanya kepastian jadwal keberangkatan.
“Kalau jadwal sudah benar-benar pasti dan dinyatakan aman, tiket pasti langsung kami buka. Saat ini belum,” tegasnya.
Menurut Eko, faktor utama yang masih menjadi pertimbangan adalah kondisi cuaca di perairan Bawean. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan lapangan dari tim DLU di Bawean, kondisi gelombang dan angin masih cukup tinggi.
“Siang tadi kami menerima video dari Bawean, ombak masih besar dan angin kencang. Kecepatan angin berkisar 20 hingga 25 knot, dan menurut BMKG kondisi besok juga masih sama,” ungkapnya.
Karena itu, DLU menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama, meskipun koordinasi dengan Dishub Gresik telah dilakukan dan kesiapan operasional terus dipantau.
“Dishub dan DLU sudah berkoordinasi dan kami siap secara teknis. Namun sekali lagi, keselamatan tetap menjadi yang utama,” pungkas Eko.
Pemerintah daerah dan pihak terkait mengimbau masyarakat Bawean, khususnya calon penumpang, untuk menunggu pengumuman resmi terkait kepastian jadwal deviasi dan pembukaan tiket, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi, sembari terus memantau perkembangan cuaca di perairan Bawean.
Sebelumnya diberitakan, Dishub Gresik dan PT DLU menyepakati rencana deviasi kapal KM Dharma Kartika III dan KM Dharma Ferry VI yang dijadwalkan berangkat pada Jumat (16/1/2026) dengan perkiraan boarding pukul 09.00 WIB di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Namun sejak awal, jadwal tersebut telah diinformasikan masih dapat berubah sewaktu-waktu.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
