Akibat Ombak dan Angin Kencang, KLM Ayta CK2 Tenggelam Saat Bongkar Muatan di Pelabuhan Bawean

Kondisi KLM Ayta CK2 yang tenggelam di pelabuhan Bawean (Foto:kabarbawean)

kabarbawean.com - Kapal Layar Motor (KLM) Ayta CK2 dilaporkan tenggelam saat menjalani aktivitas bongkar muatan di dermaga Pelabuhan Bawean, Kabupaten Gresik. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, namun menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sebagian muatan kapal ikut tenggelam bersama badan kapal. Barang-barang yang dilaporkan hilang di antaranya sekitar 150 sak semen, keramik, serta asbes yang masih berada di dalam perahu saat kejadian berlangsung.

Peristiwa tenggelamnya kapal terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, kondisi cuaca di perairan Bawean dilaporkan memburuk sejak Minggu malam, dengan gelombang laut tinggi dan angin yang kencang. Cuaca ekstrem tersebut diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan kapal milik H.Jamal tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam di area dermaga.

Perwira Jaga Kesyahbandaran Pelabuhan Bawean, Imam Wahyudi, menyampaikan bahwa cuaca buruk menyebabkan kapal menghantam bagian dermaga. Situasi tersebut semakin diperparah oleh hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Pulau Bawean sejak Minggu malam (4/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Kapal tenggelam saat proses bongkar muat, KLM Ayta CK2 dengan lima ABK beserta nahkoda berlayar dari pelabuhan Sedayu Lawas Brondong Lamongan, tujuan Bawean, tiba pada Rabu (31/12/2025) pagi tiba di Pelabuhan Bawean," ungkapnya, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, sebelum kapal sepenuhnya tenggelam, seluruh kru sempat mengetahui lambung kapal telah dipenuhi air. Upaya penyelamatan dilakukan dengan mengoperasikan empat mesin pompa untuk mengurangi volume air yang masuk ke dalam kapal. Namun, usaha tersebut tidak berhasil dan kapal akhirnya tenggelam secara perlahan ke dasar laut.

"Akibat musibah ini, sebagian muatan berupa semen, asbes, dan keramik ikut tenggelam bersama kapal," jelasnya.

Selain faktor gelombang laut, terdapat dugaan kebocoran pada badan kapal yang menyebabkan air masuk melebihi kapasitas daya apung. Kondisi tersebut membuat kapal kehilangan daya apung dan akhirnya tenggelam.

"Selanjutnya, untuk proses evakuasi kapal dipercayakan kepala agen pelayaran rakyat (Pelra) dari PT. Noko Permai Indah," pungkasnya.

Editor: Ahmad Faiz         Reporter:Saiful Hasan

saiful hasan

Jurnalis di Media Kabar Bawean. “Jika tak lahir sebagai cahaya, jadilah cahaya melalui tulisan."

Lebih baru Lebih lama