![]() |
| Pengurus NU Care Lazisnu PCNU Bawean bersama Muhammad Anwar penerima program kambing bergulir saat monitoring di Desa Sungairujing (Foto: NU Care Lazisnu PCNU Bawean For kabarbawean) |
kabarbawean.com - NU Care Lazisnu PCNU Bawean terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program NU Care Berdaya Usaha Kambing Bergulir. Program yang telah berjalan selama tujuh tahun ini kembali dimonitor langsung oleh pengurus Lazisnu di Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Minggu (4/1/2026).
Kegiatan monitoring dilakukan di kandang peternakan milik Muhammad Anwar (22), warga Dusun Duku, Desa Sungairujing, yang menjadi salah satu penerima manfaat program pada Agustus 2025 lalu.
Monitoring ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan bantuan usaha serta memastikan keberlangsungan program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, indukan kambing bantuan NU Care Lazisnu PCNU Bawean terpantau dalam kondisi sehat. Namun demikian, sekitar tiga pekan sebelumnya indukan kambing tersebut sempat melahirkan, meski anak kambing tidak dapat bertahan hidup karena induk enggan menyusui.
Ketua NU Care Lazisnu PCNU Bawean, Moh. Ilyas, mengatakan bahwa monitoring lapangan menjadi bagian penting dari upaya memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
“Program ini bukan sekadar memberi kambing, tetapi bagaimana bantuan itu benar-benar dikelola dengan baik sehingga bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi warga,” tegas Moh. Ilyas.
Dari hasil pemantauan, indukan kambing bantuan NU Care Lazisnu PCNU Bawean terpantau dalam kondisi sehat. Namun, sekitar tiga pekan sebelumnya indukan tersebut sempat melahirkan, meski anak kambing tidak dapat bertahan hidup karena induk enggan menyusui.
Moh. Ilyas mengakui bahwa tantangan terbesar dalam program ini terletak pada tingkat keseriusan penerima manfaat dalam merawat ternak.
“Tidak semua penerima memiliki tingkat keseriusan yang sama dalam perawatan. Ini yang terus kami evaluasi. Karena kunci keberhasilan program ada pada komitmen penerima manfaat itu sendiri,” ujarnya.
Meski demikian, Lazisnu PCNU Bawean tetap berkomitmen melakukan pendampingan secara rutin. Monitoring dilakukan bersama pengurus ranting NU (PRNU) setempat sebagai bentuk tanggung jawab moral agar program benar-benar berjalan optimal.
“Kami tidak melepas begitu saja. Pengurus Lazisnu bersama PRNU terus turun ke lapangan untuk mendampingi, mengingatkan, dan mengevaluasi,” tambahnya.
Hingga saat ini, Program NU Care Berdaya Usaha Kambing Bergulir telah menjangkau sekitar empat desa di wilayah Bawean. Program tersebut sepenuhnya digerakkan oleh NU melalui Lazisnu, tanpa keterlibatan langsung pemerintah desa.
“Sementara ini masih murni digerakkan NU. Namun jika pemerintah desa ingin ikut mendukung, tentu kami sangat terbuka karena tujuannya sama, yaitu menyejahterakan warga,” jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Anwar menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dan pendampingan yang diberikan. Mahasiswa S1 semester VII tersebut berharap program kambing bergulir dapat dikembangkan melalui pelatihan teknis peternakan.
“Bantuan ini sangat membantu. Ke depan kami berharap ada pelatihan, terutama soal perawatan indukan dan anakan kambing, supaya hasilnya bisa lebih maksimal,” ungkap Anwar.
NU Care Lazisnu PCNU Bawean menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan berkelanjutan terhadap seluruh program pemberdayaan ekonomi. Melalui Program NU Care Berdaya Usaha Kambing Bergulir, Lazisnu berharap mampu menumbuhkan semangat wirausaha, memperkuat kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bawean.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
