Turba PC DMI Sangkapura Salurkan Bantuan untuk 20 Imam Masjid, Masing-Masing Rp2,5 Juta
kabarbawean.com - Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Sangkapura bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangkapura dan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Bawean menggelar kegiatan turun ke bawah (turba) di Masjid Baitul Mukminin 1962, Dusun Daun Laut, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Jumat (9/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, bantuan untuk 20 imam masjid disalurkan dengan nominal masing-masing Rp2,5 juta. Bantuan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu menjadi salah satu agenda dalam kegiatan turba yang juga diisi dengan pembinaan pengelolaan dan pemakmuran masjid.
Ketua PC DMI Sangkapura, Moh. Ilyas, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat terus berlanjut dan nominalnya meningkat. Ia berharap bantuan itu turut menambah semangat para imam dalam menjalankan tugas serta memakmurkan masjid di wilayah masing-masing.
“Mudah-mudahan bantuan ini terus-menerus mencair terhadap kita sekalian dan bertambah, bertambah, dan bertambah. Sesuai dengan tambah semangatnya kita dalam memakmurkan masjid-masjid kita di wilayah kita masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan turba dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan mendatangi masjid-masjid untuk mengajak para pengurus dan masyarakat meningkatkan aktivitas keagamaan.
“Setiap sebulan sekali turba ke masjid-masjid dengan misi mengajak untuk memakmurkan masjid-masjid kita,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Moh. Ilyas juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kriteria orang yang menjadi imam salat. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid menjadi salah satu standar minimal yang perlu dipenuhi.
“Apa standar minimal imam? Setidak-tidaknya, saat ini, sesederhana imam ini di antaranya: nomor satu, orangnya bacaannya bagus, bacaannya benar menurut ilmu tajwid,” tuturnya.
Selain bacaan, ia menekankan pentingnya akhlak dan pengetahuan agama bagi seorang imam. Penerimaan masyarakat terhadap sosok imam juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan tugas di masjid.
“Kalau bacaannya sudah bagus, akhlaknya bagus, maka itu termasuk orang-orang yang masuk standar dari imam,” jelasnya.
Moh. Ilyas berharap para penerima bantuan tidak hanya memandang bantuan tersebut sebagai dukungan finansial, tetapi juga sebagai dorongan untuk meningkatkan pengabdian. Ia mengajak para imam dan pengurus masjid terus membangun semangat bersama dalam menghidupkan kegiatan masjid.
“Dengan adanya uang kehormatan itu bagaimana supaya bertambah, bertambah maju, bertambah makmur masjidnya, bertambah semangat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi takmir Masjid Baitul Mukminin 1962, khususnya Tajuddin, yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan turba tersebut. Moh. Ilyas mengingatkan agar para pengurus tidak berkecil hati meskipun mengelola masjid dengan fasilitas sederhana.
“Jangan putus asa, Tetap semangat walaupun masjidnya kelihatan sederhana,” pesannya.
Ia kemudian mengajak para pengurus untuk melibatkan masyarakat di sekitar masjid dalam berbagai kegiatan keagamaan.
“Kalau kita sudah masuk di dalamnya, mengajak, mengajak saudara-saudara, mengajak saudara-saudara yang ada di sekitar masjid itu, diajak,” pungkasnya.
LTMNU Bawean Bahas Tugas Takmir Masjid
Pembinaan mengenai pengelolaan masjid juga disampaikan Ustaz Muwafiq Shobri dari LTMNU PCNU Bawean. Ia menjelaskan tugas pengurus takmir dalam meningkatkan kegiatan ibadah, merawat fasilitas, dan menertibkan administrasi masjid.
Pada bidang Imarah, Muwafiq menyoroti pentingnya meningkatkan jumlah jemaah salat lima waktu dan mengadakan kegiatan keagamaan secara rutin di luar bulan Ramadan serta hari besar Islam.
“Jadi, tugas dan tanggung jawab bidang Imarah, yaitu meramaikan masjid. Mulai dari jemaahnya, lalu kegiatan-kegiatan rutin,” jelasnya.
Ia juga mendorong pengurus takmir untuk melibatkan generasi muda dalam kegiatan masjid, termasuk pengajian dan selawatan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikembangkan agar tidak hanya berlangsung pada waktu-waktu tertentu.
“Nah itu perlu diadakan. Diadakan ya kiai-kiai seperti itu, yang mengisi ya anak-anak muda. Jadi anak muda perlu diberdayakan waktunya untuk saling berbagi,” ujarnya.
Selain kegiatan ibadah, Muwafiq mengingatkan pengurus agar memperhatikan kebersihan bangunan, tempat wudu, kipas angin, serta fasilitas lain yang digunakan jemaah. Ia menyebut pemeliharaan tersebut sebagai bagian dari tugas bidang Ri’ayah.
“Perawatan fisik masjid bertugas memastikan kondisi masjid bersih, terjaga rapi, dan indah,” katanya.
Adapun dalam bidang Idarah, ia menekankan pentingnya administrasi yang tertib, termasuk pencatatan keuangan, dokumen kepengurusan, dan surat tanah wakaf.
“Administrasi keuangan, pencatatan berkas, surat keputusan, itu semua masuk ke Idarah. Jadi memastikan masjid ini secara tertib administrasi lengkap,” jelasnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
