Tiga Destinasi Wisata di Pulau Bawean Gresik, Jadi Jujukan Para Turis Mancanegara
![]() |
| Foto Bersama wisman di Pantai Labuhan Pulau Bawean dalam pembukaan Sail To Indonesia Chapter Bawean 2026. (Foto:kabarbawean) |
kabarbawean.com - Pesona Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, tidak hanya menarik wisatawan domestik. Sejumlah destinasi wisata di pulau yang berada 81 mil dari Laut Jawa ini, juga mulai menjadi tujuan wisatawan mancanegara (wisman).
Berdasarkan data dari UPT Destinasi Wisata Terpadu Kawasan Bawean, jumlah kunjungan para turis pada 2024 dan 2025, tercatat 948 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi di Bawean.
Dari sejumlah destinasi yang dikunjungi, terdapat tiga lokasi yang cukup banyak menjadi tujuan wisman, yakni pantai labuhan, Gili Noko, dan Pulau Cena.
Pada 2024, Gili Noko Kecamatan Sangkapura, tercatat menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Sementara pada 2025, posisi tersebut beralih ke pantai Labuhan, Kecamatan Tambak.
Plt Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Kawasan Bawean Rike Nataliawati Sabhara, mengatakan wisatawan mancanegara yang tercatat berkunjung ke Bawean berasal dari sejumlah negara dan kawasan. Di antaranya Eropa, Australia, Malaysia, dan Singapura.
Dari jumlah yang direkap, kunjungan wisatawan belum sepenuhnya menggambarkan keseluruhan wisatawan mancanegara yang datang ke Bawean.
"Pengunjung yang mandiri terkadang tidak melapor ke UPT, namun mereka akan terekap dalam data tamu di penginapan dan hotel yang juga dilaporkan ke dinas," ujarnya.
Menurut dia, pendataan juga dinilai lebih mudah dilakukan terhadap wisatawan yang menggunakan jasa perjalanan atau travel. Sementara wisatawan yang datang secara mandiri lebih sulit dipantau.
Untuk akomodasi, sejumlah tempat yang disebut cukup sering digunakan wisatawan, Homestay Buang Sari, dan Hotel Miranda.
Sedangkan di Tahun 2026 ini, ada sekitar 70 wisman telah berkunjung ke Bawean. Wisatawan tersebut antara lain berasal dari Singapura, China, dan Malaysia.
"Jumlah tersebut berpotensi bertambah, seiring akan digelar kegiatan Wonderful Sail to Indonesia Chapter Bawean tahun 2026 pada awal Oktober nanti," jelasnya.
Transportasi Jadi Penopang Wisata Bawean
Diakuinya, meningkatnya minat wisatawan mancanegara terhadap sejumlah destinasi Bawean, juga tidak terlepas dari persoalan akses menuju pulau tersebut.
"Sebagai wilayah kepulauan, transportasi laut menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas wisatawan menuju Bawean," terangnya.
Kelancaran transportasi menjadi semakin penting ketika potensi wisata Bawean terus dikembangkan. Sebab, wisatawan membutuhkan kepastian akses untuk mencapai destinasi, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, hingga kembali ke daerah asal.
Tiga destinasi yang banyak dikunjungi wisman, yakni Pantai Labuhan, Noko Gili dan Pulau Cena, menunjukkan bahwa Bawean memiliki daya tarik yang dapat dikembangkan untuk pasar wisata mancanegara.
Namun, potensi tersebut perlu didukung konektivitas yang memadai agar perjalanan wisatawan menuju Bawean tidak hanya menarik di sisi destinasi, tetapi juga memberikan kepastian dari sisi akses.
Potensi kunjungan wisman ke Bawean sekaligus menjadi gambaran bahwa pengembangan destinasi wisata perlu berjalan beriringan dengan penguatan konektivitas. Semakin mudah dan pasti akses menuju pulau, semakin terbuka pula peluang bagi destinasi Bawean untuk dikenal wisatawan dari berbagai negara.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Ahmad Faiz
