BREAKING NEWS

Penutupan HBB ke-425, Abdul Halim Ajak Warga Lanjutkan Semangat Membangun Bawean

Ketua panitia pelaksana bersama tamu undangan berfoto bersama usai penutupan Hari Besar Bawean (HBB) ke-425 Tahun 2026 di Alun-Alun Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto:kabarbawean)

kabarbawean.com - Rangkaian Hari Besar Bawean (HBB) ke-425 Tahun 2026 resmi ditutup dalam acara yang berlangsung di Alun-Alun Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (10/10/2026) malam.

 Penutupan ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, serta mengajak warga Bawean di kampung halaman maupun perantauan berkontribusi bagi kemajuan pulau.

Acara tersebut dihadiri Ir. H. M. Faisol, M.M., CEO PT Gembol Exportir Yogyakarta, Dr. H. Samwil, S.H., S.IP., M.M., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Demokrat, serta Bustami Hazim, S.E., anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hadir pula jajaran Forkopimcam Sangkapura, perwakilan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga yang memadati kawasan Alun-Alun Sangkapura.

Ketua Panitia HBB ke-425, Abdul Halim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah, ulama, sponsor, donatur, peserta, relawan, hingga masyarakat.

Ia mengakui pelaksanaan HBB tahun ini masih memiliki sejumlah kekurangan. Berbagai masukan masyarakat, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.

Abdul Halim menegaskan bahwa HBB tidak semestinya berhenti sebagai perayaan tahunan. Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan harus dilanjutkan melalui tindakan nyata untuk mendukung kemajuan Bawean.

“Panggung akan dibongkar. Lampu perayaan akan dipadamkan. Kita akan kembali pada kesibukan masing-masing. Namun, semangat yang mempertemukan kita di sini perlu tetap hidup,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan HBB sebagai ruang untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Menurutnya, keramaian kegiatan perlu membuka peluang agar produk lokal semakin dikenal, usaha masyarakat berkembang, dan generasi muda memperoleh kesempatan berkarya.

“Kita ingin keramaian perayaan memberi jalan bagi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Produk lokal semakin dikenal, usaha masyarakat semakin berkembang, dan anak-anak muda memiliki kesempatan untuk berkarya,” ucapnya.

Abdul Halim turut mengajak diaspora Bawean untuk mengambil bagian dalam pembangunan kampung halaman sesuai kemampuan masing-masing. Kontribusi tersebut dapat berupa bantuan materi, berbagi pengetahuan, membuka akses pasar, hingga memperluas jaringan pendidikan dan pekerjaan bagi generasi muda.

Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk mengembangkan potensi dan gagasan mereka.

“Harapan kepada generasi muda harus kita sertai dengan kesempatan yang nyata,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Abdul Halim mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan saling membantu demi mewujudkan Bawean yang lebih maju, mandiri, dan terbuka terhadap peluang dunia.

“Toghellen apolong! Toghellen atolong!” serunya, mengajak masyarakat untuk bersatu dan saling menolong.

Samwil Dorong Penelusuran Sejarah Bawean

Dalam kesempatan yang sama, Dr. H. Samwil menyampaikan kesan positif terhadap penyelenggaraan HBB yang dirangkaikan dengan Wonderful Sail Indonesia Chapter Bawean 2026.

Ia menilai kegiatan pelayaran tradisional tidak hanya berkaitan dengan kunjungan wisata, tetapi juga memiliki nilai historis dalam memahami perjalanan masyarakat maritim dan asal-usul penduduk Bawean.

Menurut Samwil, perahu tradisional menjadi bagian dari sejarah pelayaran antarpulau yang memungkinkan terjadinya pertemuan dan perpindahan masyarakat dari berbagai daerah di Nusantara.

Ia juga menyoroti penetapan peringatan HBB ke-425 yang menurutnya perlu disertai penelusuran sejarah dan sumber literatur yang jelas.

“Saran saya warga Bawean fokus kepada 425, pijakannya dari mana. Monggo dicari, monggo literatur-literatur atau literasi dari mana saja,” kata Samwil.

Ia mendorong generasi muda dan kalangan akademisi Bawean untuk melakukan penelitian mengenai asal-usul masyarakat, perjalanan sejarah permukiman, serta dasar penentuan usia peringatan HBB.

Menurutnya, penelusuran tersebut penting agar sejarah Bawean dapat dipahami berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya cerita yang diwariskan secara lisan.

Samwil juga menyinggung keterkaitan masyarakat Bawean dengan berbagai kelompok masyarakat di Nusantara. Ia mengajak warga untuk menggali kembali jejak sejarah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas dan kebanggaan terhadap kampung halaman.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan pantun yang disambut meriah oleh hadirin.

“Kalau pergi ke arah timur, kalau pulangnya ke arah barat. Kalau Bawean ingin makmur, jangan lupa sholat,” ucapnya.

Pelelangan Lukisan Warnai Penutupan

Penutupan HBB ke-425 juga diwarnai pelelangan dua karya kaligrafi, yakni lukisan Sholawat Asyghil berbentuk roket dan kaligrafi berlambang Nahdlatul Ulama (NU).

Pelelangan dipandu oleh Ir. H. M. Faisol, M.M., CEO PT Gembol Exportir Yogyakarta, bersama Nana Mardiana. Sebelum pelelangan dimulai, Nana Mardiana terlebih dahulu membacakan Sholawat Asyghil di hadapan para undangan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penutupan yang memadukan nilai keagamaan, seni, dan kebersamaan masyarakat Bawean.

Pengundian Ulang Hadiah Umrah Berlangsung Haru

Momen haru turut mewarnai penutupan HBB ke-425 saat panitia kembali mengundi hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah dari kegiatan jalan sehat.

Pengundian ulang dilakukan setelah pemenang sebelumnya dari wilayah Sangkapura didiskualifikasi karena tidak memenuhi persyaratan administrasi. Pada pengundian ulang Sabtu (10/10/2026) malam, panitia melakukan pengacakan berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) peserta yang telah terdaftar.

Hasil pengundian menetapkan Khoirotun Nafsyiah sebagai penerima hadiah utama umrah. Suasana haru terlihat ketika namanya dipanggil naik ke panggung oleh Dr. H. Samwil, yang mewakili H. Zainal Abidin, CEO Atria Travel Haji dan Umrah. Zainal Abidin berhalangan hadir karena sakit.

Khoirotun Nafsyiah tampak meneteskan air mata saat berada di atas pituanggung setelah namanya diumumkan sebagai penerima hadiah tersebut.

Setelah seluruh rangkaian acara penutupan selesai, ketua panitia pelaksana bersama para tamu undangan melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah di kantor sekretariat HBB ke-425.

Penutupan HBB tahun ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan perayaan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk mengembangkan potensi lokal, menjaga warisan sejarah, serta membangun Bawean melalui kolaborasi masyarakat di pulau maupun di perantauan.

Editor: Ahmad Faiz                            Reporter: Saiful Hasan