KSOP Gresik Perkuat Budaya Keselamatan Kapal Penumpang, Kru Dibekali Latihan Emergency
![]() |
| Kru KM Express Bahari 6F melakukan simulasi penurunan sekoci dan liferaft sebagai bagian dari latihan penanganan kondisi darurat di atas kapal. (Foto:Ist) |
kabarbawean.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran melalui pelatihan penanganan keadaan darurat bagi kru kapal penumpang.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh anak buah kapal (ABK) KM Express Bahari 6F, dengan materi simulasi keadaan darurat, di antaranya penanganan kebakaran dan prosedur meninggalkan kapal.
Kasi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) KSOP Kelas II Gresik, Adib Zuhari, memimpin jalannya pelatihan yang dilaksanakan pada Kamis (1/10/2026).
Sebelum simulasi dimulai, Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (PPKK) atau Marine Inspector terlebih dahulu memeriksa kondisi serta kesiapsiagaan kru kapal.
Dalam simulasi kebakaran, kru membunyikan alarm sebagai tanda terjadinya keadaan darurat. Setiap personel menjalankan tugas sesuai perannya, mulai dari nakhoda, mualim, Kepala Kamar Mesin (KKM), masinis, juru minyak, juru mudi hingga pramugara.
Kru kemudian melakukan tindakan penanganan awal, termasuk menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) dan melakukan pemadaman terhadap sumber api.
Sementara dalam simulasi meninggalkan kapal, alarm emergency kembali menjadi tanda awal. Nakhoda bersama kru mengarahkan dan membantu penumpang mengenakan jaket keselamatan atau life jacket, kemudian melakukan evakuasi menuju titik kumpul.
Pada saat yang sama, kru menyiapkan sekoci dan peralatan keselamatan lainnya, termasuk liferaft atau rakit penolong yang digunakan dalam kondisi darurat untuk membantu proses evakuasi awak kapal maupun penumpang.
Adib menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan peningkatan kesiapan kru dalam menghadapi kebakaran maupun keadaan darurat umum atau general emergency.
"Kru dan nahkoda kapal penumpang diwajibkan untuk melaksanakan pemeriksaan mandiri atau self inspection secara rutin setiap bulan," jelas Adib di ruangan kapal, Kamis (1/10/2026).
Mengenai pemeriksaan mandiri tersebut, Adib menerangkan bahwa KSOP telah menyerahkan daftar pemeriksaan atau checklist self inspection yang harus menjadi pedoman bagi kru kapal.
"Kami telah menyerahkan checklist pemeriksaan mandiri. Ini menjadi dasar dan tolong dilaksanakan," tegasnya.
Ia menerangkan, checklist tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi riil kapal secara berkala sekaligus menjadi bahan evaluasi. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan ketika proses sertifikasi kapal berlangsung.
Menurutnya, kru merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi kapal dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, pelaporan secara aktif diperlukan apabila ditemukan kondisi yang perlu diperbaiki.
"Kalian yang paling tahu kapal ini, sehingga kalian bisa melaporkan. Kalau hanya pasif, nanti takutnya tidak melapor," terangnya.
Adib turut mengingatkan bahwa pemeriksaan mandiri tersebut pada dasarnya ditujukan untuk memastikan keselamatan kru selama bekerja di atas kapal.
"Ini rumah kalian. Kalau ada apa-apa di atas kapal, kalian yang pertama terdampak," tambahnya.
Checklist self inspection wajib diperbarui dan diisi secara benar serta jujur setiap bulan. Dokumen tersebut juga dapat diminta kembali oleh tim pemeriksa sebagai bagian dari proses pengawasan keselamatan kapal.
Sementara itu, Kepala Cabang Gresik operator KM Express Bahari, Revensyah Putra, menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan tersebut.
"Nanti ada evaluasi kami perbaiki, yang nantinya semua kru tahu dan terbiasa saat ada kejadian emergency," ungkapnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
