Usung “Zero Compromise for Safety”, KSOP Sampit Tegaskan Keselamatan Pelayaran Tak Bisa Ditawar
![]() |
| Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian menyerahkan jaket keselamatan kepada seorang anggota kepolisian dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Sampit, Rabu (9/9/2026). (Foto: Ist) |
kabarbawean.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menggelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dengan mengusung tema “Zero Compromise for Safety, Don’t Bend the Rules” di Sampit, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi antara regulator, operator, dan pemangku kepentingan maritim untuk memperkuat pemahaman mengenai keselamatan pelayaran, kepatuhan terhadap aturan, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat di laut.
Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian hadir bersama pejabat struktural dan staf. Kegiatan juga dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Dinas Perikanan Kotawaringin Timur, Polairud Polres Kotawaringin Timur, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit, Pos SAR Sampit, PT PELNI Cabang Sampit, asosiasi pelayaran, agen pelayaran, serta pengelola TERSUS dan TUKS.
Hotman Tekankan Keselamatan dan Kolaborasi
Dalam sambutannya, Hotman Siagian mengatakan tantangan transportasi laut membutuhkan kerja sama lintas sektor.
“Dalam era perubahan yang cepat dan kompleks ini, kita memahami bahwa tantangan yang kita hadapi tidak dapat diatasi sendirian. Oleh karena ini, mari kita satukan tekad, visi, dan upaya untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi yang harmonis, di mana setiap suara didengar dan setiap kontribusi dihargai,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
“Marilah kita tingkatkan kolaborasi dan terus bersama-sama bersinergi dalam meningkatkan integritas serta bekerja dengan hati,” tegasnya.
Hotman menekankan bahwa budaya keselamatan harus diterapkan dalam seluruh tahapan operasional, mulai dari perencanaan, pengawasan, pelaksanaan hingga evaluasi.
Manifest dan Pemeriksaan Kapal
Hotman juga menyampaikan arahan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengenai penguatan pencatatan manifest penumpang dan barang.
Data manifest harus sesuai dengan kondisi sebenarnya di atas kapal karena menjadi rujukan penting dalam pengawasan, tindakan darurat, dan proses evakuasi.
Pengawasan kapasitas kapal dan ketersediaan perlengkapan keselamatan juga perlu dilakukan sejak sebelum keberangkatan melalui pre-departure inspection.
Ketepatan manifest menjadi dasar pendataan penumpang, termasuk apabila terjadi kecelakaan atau keadaan darurat.
Waspadai Kabut Asap Karhutla
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Timur, turut menjadi perhatian.
Hotman mengimbau seluruh insan transportasi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keselamatan dan keamanan akibat kondisi lingkungan, termasuk menurunnya jarak pandang.
“Sehubungan dengan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur, maka seluruh insan transportasi baik regulator maupun operator dihimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keselamatan dan keamanan transportasi,” jelasnya.
Ia juga meminta koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi cuaca dan visibilitas.
Selain itu, Hotman mengapresiasi sinergi instansi dan mitra usaha yang disebut turut mendukung kinerja KSOP Sampit. Ia menyebut realisasi PNBP pada 2025 mencapai 163 persen dari target.
Instansi Terkait Paparkan Aspek Keselamatan
Sosialisasi juga diisi pemaparan dari sejumlah instansi terkait.
Bea Cukai Sampit membahas pengawasan patroli laut berdasarkan ketentuan internasional dan nasional serta pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga keamanan maritim.
Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur melalui Bidang Intelijen memaparkan peran deteksi dini, pengumpulan informasi, pemetaan risiko, dan penyuluhan hukum dalam mendukung kepatuhan di bidang pelayaran.
BKK Kelas II Sampit menjelaskan pengawasan faktor risiko kesehatan pada kapal, orang, barang, dan lingkungan pelabuhan, termasuk dokumen kesehatan kapal, sanitasi, serta pengendalian vektor.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit membahas pengawasan kedatangan dan keberangkatan alat angkut serta pemeriksaan fisik dan dokumen keimigrasian.
Sementara itu, Pos SAR Sampit menjelaskan pemanfaatan sistem Cospas-Sarsat dan pentingnya registrasi perangkat Radio Beacon untuk mendukung penanganan kondisi marabahaya.
Dari internal KSOP Sampit, Herianto, S.H., memaparkan aspek kelaiklautan kapal yang meliputi kondisi fisik dan teknis kapal, awak kapal, serta manajemen dan aspek hukum.
Capt. Purnomo, S.E., M.Mar., membahas pengawasan operasional pelabuhan, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), serta tata kelola TERSUS dan TUKS.
Hingga 7 September 2026, realisasi PNBP KSOP Sampit tercatat mencapai 73,89 persen dari target tahun berjalan.
Piagam Penghargaan dan Pembagian Life Jacket
Dalam kegiatan tersebut, KSOP Sampit menyerahkan piagam penghargaan kepada PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, PT PELNI Cabang Sampit, CV Graha Teknik, CV Putra Mentaya, serta Saka Bahari Kabupaten Kotawaringin Timur.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pelaksanaan Coffee Morning dan Kampanye Keselamatan Pelayaran Tahun 2026.
KSOP Sampit juga menyerahkan life jacket secara simbolis kepada perwakilan instansi, asosiasi, operator kapal, dan mitra pendukung.
Perlengkapan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat serta mendorong kepedulian terhadap penggunaan alat keselamatan dalam aktivitas pelayaran.
Donasi Peduli Karhutla
Selain kampanye keselamatan, peserta kegiatan turut menggalang donasi untuk membantu relawan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Bantuan tersebut disampaikan kepada Bupati Kotawaringin Timur melalui Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur Raihansyah, S.H., M.A.P.
“Kepedulian sosial harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keselamatan dan keamanan transportasi,” imbuh Hotman.
Keselamatan Bukan Sekadar Slogan
Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab antara regulator dan pemangku kepentingan maritim.
Melalui kampanye “Zero Compromise for Safety, Don’t Bend the Rules”, KSOP Kelas III Sampit menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
“Tidak ada kompromi untuk keselamatan. Jangan melanggar aturan. Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab dan komitmen kita bersama,” tegas Hotman.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Tim

