Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Digelar di Bawean, Tiga Rumah Layanan ‘Aisyiyah Diluncurkan
kabarbawean.com - Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai digelar di Alun-Alun Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan peluncuran tiga pusat layanan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sangkapura.
Kegiatan mengusung tema “Menguatkan Kepemimpinan Perempuan Pesisir untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Keluarga.” Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan keynote speech dan membuka pelatihan.
Ketua Panitia, Nyimas Muthmainnah, S.Keb., menyebut kehadiran pimpinan pusat ‘Aisyiyah di Bawean menjadi momentum bersejarah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan dan pelayanan masyarakat.
“Setelah kurang lebih 60 tahun, Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah kembali melakukan kunjungan ke Pulau Bawean,” tutur Nyimas dalam sambutannya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, sejumlah kegiatan juga dilaksanakan, di antaranya pelatihan membaca Al-Qur’an isyarat, pelatihan Tarbiatul Mar’ah ‘Aisyiyah, serta pendampingan orang tua anak hebat.
“Pelatihan Membaca Al-Qur'an Isyarat: Diikuti oleh 20 orang peserta,” jelasnya saat menyampaikan laporan kegiatan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran tiga pusat layanan ‘Aisyiyah, yakni Rumah Kader ‘Aisyiyah Tunas Tangkas, Rumah Lansia Sehat Sakinah Berkarya Berdaya, dan Rumah Layanan Intervensi Gerakan ‘Aisyiyah Layani Disabilitas (GALA) PCA Sangkapura.
Rumah Kader diarahkan sebagai ruang pembinaan dan regenerasi kader, sedangkan Rumah Lansia dan Rumah Layanan Intervensi menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat, termasuk kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
Camat Sangkapura Umar Juned menyambut baik peluncuran ketiga layanan tersebut. Ia menilai perhatian terhadap kelompok disabilitas menjadi hal penting di tengah kondisi masyarakat kepulauan yang memiliki tantangan tersendiri dalam memperoleh akses pelayanan.
“Kami terus terang di sini berbangga sekali bahwa kegiatan-kegiatan dari mulai kader, mulai juga rumah lansia, ada juga terkait dengan masalah disabilitas,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung prestasi penyandang disabilitas asal Bawean yang berhasil mengharumkan nama daerah melalui cabang olahraga sepak takraw.
“Kami juga bangga kemarin salah satu disabilitas pemain takraw mengangkat nama nasional. Dari Pulau Bawean,” tambahnya.
Umar berharap program yang dicanangkan ‘Aisyiyah dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.
“Mudah-mudahan apa yang sudah hari ini dicanangkan oleh Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, mudah-mudahan ke depan bisa terus bergerak untuk memanusiakan manusia, terutama dalam rangka untuk mengangkat harkat martabat rekan, teman, sahabat, saudara kita yang disabilitas,” harapnya.
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dra. Siti Dalilah Candrawati, M.Ag., turut mengapresiasi PCA Sangkapura yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah merupakan mitra Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
“Inilah kami, Bapak/Ibu yang saya hormati, 'Aisyiyah sebagai mitra organisasi Muhammadiyah. Kita bukan organisasi konco wingking (pelengkap di belakang), melainkan organisasi mitra yang bersama-sama Muhammadiyah berdakwah menyebarkan Islam, memberikan pencerahan, pembebasan, pemberdayaan, dan kemajuan di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader (MPK) PP ‘Aisyiyah Prof. Dr. Mami Hajarah menekankan pentingnya kaderisasi sebagai bagian dari keberlanjutan gerakan ‘Aisyiyah.
“Kita boleh memiliki organisasi yang besar, struktur yang lengkap, amal usaha yang banyak, dan program yang beragam, tetapi semua itu tidak akan memiliki keberlanjutan apabila kita tidak mempunyai kader yang siap melanjutkan, mengembangkan, dan menyempurnakan gerakan,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan kader juga perlu diiringi dengan pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, peluncuran Rumah Kader, Rumah Lansia, dan Rumah Layanan Intervensi diharapkan dapat saling terhubung dalam menjalankan gerakan ‘Aisyiyah di Bawean.
“Ketiga itu diharapkan menjadi satu ekosistem dakwah dan pelayanan ‘Aisyiyah di Bawean,” ungkapnya.
Melalui pelatihan kepemimpinan dan peluncuran tiga pusat layanan tersebut, ‘Aisyiyah diharapkan dapat memperkuat kaderisasi sekaligus memperluas pelayanan bagi masyarakat Bawean, khususnya perempuan, lansia, penyandang disabilitas, anak, dan keluarga.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
