MDU Hidayatut Tholibin dan RAM Hidayatus Shibyan Rayakan Maulid Nabi, Tekankan Pendidikan Akhlak
![]() |
| Para guru MDU Hidayatut Tholibin dan RAM Hidayatus Shibyan berfoto bersama usai acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Sekang Lebak, Bawean, Selasa (8/9/2026). (Foto:kabarbawean) |
kabarbawean.com - Yayasan Pendidikan Islam Hidayatut Tholibin melalui lembaga pendidikan MDU Hidayatut Tholibin dan RAM Hidayatus Shibyan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman MDU Hidayatut Tholibin, Sekang, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut diawali dengan pembacaan Berzanji. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu santri MDU Hidayatut Tholibin sebagai pembawa acara.
Rangkaian kegiatan kemudian diisi pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh anak-anak RAM Hidayatus Shibyan, dilanjutkan penampilan sholawat dari anak-anak MDU Hidayatut Tholibin.
Acara berikutnya diisi sambutan Pengawas RAM se-Kecamatan Sangkapura, Purnama Susiati, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Hidayatut Tholibin, Ustaz Moh. Ilyas, serta Kepala Desa Lebak, Fadal.
Dalam sambutannya, Purnama Susiati menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk sopan santun dan akhlak anak. Menurutnya, pendidikan yang diberikan guru di sekolah perlu diperkuat dengan pembiasaan di lingkungan keluarga.
Ia juga mengingatkan orang tua untuk mengajarkan abesa dalam bahasa Bawean, yakni bertutur kata dengan halus dan sopan sebagai bagian dari tata krama dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
"Kalau di sekolah anak-anak sudah pasti diajari sopan santun atau abesa oleh guru, tetapi kalau di rumah orang tua tidak mengajarkannya, akan sulit bagi anak untuk bertutur kata dengan baik. Sebab, anak lebih banyak meniru apa yang ada di rumah. Maka saya berharap orang tua mengajarkan abesa yang halus kepada anak-anaknya di rumah," ujarnya.
Purnama juga mengajak masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di lembaga pendidikan yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Islam Hidayatut Tholibin.
"Yayasan atau sekolah ini milik masyarakat bersama, bukan milik guru. Jangan disekolahkan di tempat lain, tetapi isilah sekolah yang ada di tempat ini," tegasnya.
Setelah sambutan, kegiatan memasuki waktu istirahat yang diisi dengan penampilan kesenian anak-anak RAM Hidayatus Shibyan.
Usai penampilan kesenian, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Ayatullah.
Dalam ceramahnya, Ayatullah terlebih dahulu menceritakan kisah seorang anak yang dikenal memiliki perilaku nakal. Namun, ketika memasuki bulan Maulid, anak tersebut diceritakan mengalami perubahan dan menjadi lebih baik.
Saat anak tersebut meninggal dunia, awalnya tidak ada masyarakat yang datang melayat. Namun, kemudian terdengar suara yang memerintahkan masyarakat untuk datang melayat karena anak tersebut disebut sebagai wali Allah.
"Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa mencintai Rasulullah dan memuliakan kelahirannya begitu besar dan mulia di sisi Allah," pesannya.
Setelah menyampaikan kisah tersebut, Ia melanjutkan ceramah dengan kisah tentang kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian dan perlakuan buruk yang diterimanya.
Ia juga menceritakan kisah Ibnu Hajar sebagai bagian dari teladan tentang kesabaran dan perjuangan dalam menuntut ilmu serta menjalani kehidupan.
Melalui kisah Rasulullah SAW dan Ibnu Hajar tersebut, Ayatullah mengajak jamaah untuk meneladani kesabaran, keteguhan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
"Mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbaiki akhlak, dan menanamkan kecintaan kepada Rasulullah kepada anak-anak kita," pungkasnya.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi tersebut kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustaz Yusuf Abdullah.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
