BREAKING NEWS

Keluhkan Taburan Pasir, Warga Soroti Kondisi Jalan Alun-Alun Sangkapura

Jalan kawasan Alun-Alun Sangkapura, Pulau Bawean, saat sore hari. (Foto: kabarbawean).

kabarbawean.com - Kondisi jalan di kawasan Alun-Alun Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, menjadi sorotan warga. Permukaan aspal yang masih terasa lengket dan ditaburi pasir dikeluhkan karena dinilai mengganggu pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Ahmadi, warga Sangkapura, menyampaikan keluhan tersebut saat ditemui pada Kamis (17/9/2026). Saat itu, ia sedang mengantar istrinya ke pasar dan berada di sekitar Alun-Alun Sangkapura.

“Jalannya masih lengket, kemudian ada pasir yang ditaburkan. Kami khawatir kalau pengendara lewat, terutama sepeda motor, bisa berbahaya,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Nur Asia, warga setempat. Ia mempertanyakan kondisi jalan yang ditaburi pasir dan mengkhawatirkan dampaknya bagi warga, terutama anak-anak.

“Masak nambal jalan pakai ditaburi pasir seperti itu. Kasihan anak kecil, itu bahaya. Pasirnya kena ke mata, bikin cepat rusak mata, mengganggu pernapasan. Aspalnya juga meleleh kemarin,” ungkapnya.

Keluhan warga tersebut juga mendapat perhatian Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi. Ia mengatakan masyarakat mengeluhkan taburan pasir laut yang bercampur debu di permukaan jalan.

“Masyarakat mengeluhkan taburan pasir laut bercampur debu tersebut. Selain membuat jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara, khususnya roda dua, debu pasirnya juga mengganggu kesehatan warga,” ujar Junaidi saat diwawancarai Selasa (22/9/2026).

Selain kondisi jalan, Junaidi juga mempertanyakan keberadaan papan informasi pekerjaan di lokasi pengaspalan. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai pekerjaan pemerintah penting agar masyarakat mengetahui pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

“Informasi mengenai pekerjaan pemerintah penting bagi masyarakat sebagai bagian dari transparansi penggunaan anggaran publik. Informasi dasar yang dapat diketahui masyarakat antara lain nama kegiatan, sumber pembiayaan, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, waktu pelaksanaan, serta informasi pengawasan sesuai dokumen pengadaan dan kontrak yang berlaku,” tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPT Pengelolaan Jalan, Jembatan, dan Sumber Daya Air Wilayah Bawean DPUTR Gresik, Mohammad Rizki, menjelaskan bahwa material yang digunakan dalam pemeliharaan jalan tersebut merupakan aspal curah.

Menurut Rizki, aspal curah dapat mengembang ketika terkena panas matahari. Karena itu, pasir ditaburkan pada permukaan jalan untuk membantu mengurangi pengembangan sekaligus menyerap minyak bitumen dan mengurangi kelengketan aspal.

“Itu aspal curah secara otomatis mengembang jika terlalu panas akibat efek matahari. Sehingga, salah satunya kita kasih pasir untuk mengurangi pengembangan,” jelas Rizki saat diwawancarai Selasa (22/9/2026).

Rizki mengatakan pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut telah selesai kurang lebih satu bulan sebelumnya. Sementara kondisi aspal yang kembali mencair atau terasa lengket, menurut dia, dipengaruhi panas matahari.

“Pemeliharaan jalan itu sudah kurang lebih satu bulan selesai. Pencairan kemarin karena efek panas matahari,” ujarnya.

Mengenai material yang digunakan, Rizki menyebut aspal tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sementara material batu pecah berasal dari Dinas PUPR dan diberikan ke Bawean untuk kebutuhan pemeliharaan jalan.

“Saya tidak tahu terkait anggarannya berapa. Kita hanya menerima bahan itu sebagai pemeliharaan jalan. Aspal itu bantuan provinsi. Material batu pecah dari Dinas PUPR diberikan ke Bawean untuk pemeliharaan jalan,” katanya.

Terkait keberadaan papan informasi, Rizki mengatakan pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut memang tidak dilengkapi papan informasi.

“Pemeliharaan jalan memang tidak ada papan informasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya menggunakan aspal curah karena material tersebut merupakan bantuan yang diterima, bukan aspal cold mix. Menurutnya, aspal curah memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih kuat dibandingkan cold mix.

“Ini kita menggunakan aspal curah karena memang bantuan yang kita terima. Bukan aspal cold mix. Aspal curah lebih bagus dan lebih kuat dari cold mix,” imbuhnya.

Rizki juga menjelaskan bahwa pasir yang masih berada di sisi kanan dan kiri jalan nantinya akan dibersihkan setelah kondisi aspal tidak lagi mengembang.

“Kalau masih mengembang lagi, pasir yang ada di kanan kiri jalan akan disapu. Harus pasir untuk mengurangi pengembangan aspal, berfungsi penyerapan minyak bitumen dan kelengketan,” jelasnya.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Saiful Hasan