Karhutla Kembali Terjadi di Bawean, Mengakibatkan 4,72 Hektare Lahan Terdampak
![]() |
| Kawasan punggungan bukit di Dusun Paseran, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, yang terdampak kebakaran hutan dan lahan, Minggu malam (20/9/2026). (Foto:Ist) |
kabarbawean.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Kebakaran terjadi di kawasan Dusun Paseran, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, pada Minggu malam hingga Senin dini hari (20-21/9/2026).
Lokasi kebakaran berada di punggungan bukit sebelah barat dari titik kejadian karhutla pada 16 September 2026. Kawasan tersebut masuk dalam Grid 199 SMART Patrol Suaka Margasatwa (SM) Pulau Bawean serta lahan masyarakat di sekitarnya.
PEH Ahli Muda BBKSDA Jawa Timur, Fajar Dwi Nur Aji, mengatakan tim mulai melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran. Tim Dalkarhutla RKW 09 Gresik-Bawean BBKSDA Jawa Timur bergerak menuju lokasi sekitar pukul 19.40 WIB.
Api dan bara berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.00 WIB.
"Berdasarkan penghitungan sementara, total areal terdampak mencapai sekitar 4,72 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,90 hektare berada di dalam kawasan SM Pulau Bawean, sedangkan 2,82 hektare lainnya berada di luar kawasan konservasi," ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Vegetasi yang terdampak kebakaran didominasi tanaman jati, ngos-ngos, tanjeng gunung, kenari, sempel geddeng, pangopa, kayu bulu, delima-deliman hingga semak belukar.
Dalam proses pemadaman, petugas BKSDA menggunakan alat jet shooter dengan melibatkan masyarakat setempat. Penanganan dilakukan oleh dua tim yang bergerak menuju titik berbeda.
Tim pertama menuju bagian atas atau punggungan bukit untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah penjalaran api. Sementara tim kedua bergerak menuju titik tengah yang berada di batas kawasan konservasi dengan lahan masyarakat.
"Petugas melakukan pemantauan visual, mopping up, serta memastikan tidak terjadi loncatan api ke areal lain," ujarnya.
Sebanyak delapan personel terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut, terdiri atas empat personel tim lapangan dan empat orang masyarakat.
Proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Medan menuju lokasi cukup curam, terjal, dan licin karena titik kebakaran berada di punggungan bukit. Selain itu, jet shooter yang digunakan petugas mengalami kerusakan saat berada di lokasi.
"Hingga bara api dinyatakan padam pada pukul 00.00 WIB, tim tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," jelasnya.
Sementara itu, penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan. Petugas masih melakukan penelusuran dan mengumpulkan informasi lebih lanjut di lapangan.
BBKSDA Jawa Timur juga akan melakukan verifikasi lanjutan terkait luasan lahan terdampak, terutama untuk memastikan batas areal yang berada di dalam dan di luar kawasan konservasi.
"Pemantauan pascapemadaman akan terus dilakukan, khususnya pada tunggak, serasah dan titik-titik yang masih berpotensi menyimpan panas," terangnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
