Ibu Hamil Risiko Tinggi di Bawean Terkendala Rujukan, Kapal Tak Berlayar dan Tiket Pesawat Penuh
![]() |
| Poliklinik Kandungan di RSUD Umar Mas’ud Bawean, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. (Foto:kabarbawean) |
kabarbawean.com - Perjuangan mendapatkan layanan kesehatan rujukan kembali dialami warga Pulau Bawean, Gresik. Seorang ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi harus menunggu kepastian transportasi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan di rumah sakit rujukan di wilayah Gresik.
Pasien tersebut diketahui bernama Issiyeh (39), warga Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.
Suami pasien, Sunni, mengatakan istrinya sempat mengalami demam dan panas pada 20 Agustus 2026. Karena khawatir, keluarga belum membawanya ke rumah sakit, meskipun saat itu terdapat rekomendasi dari dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Mas’ud Bawean.
Pasien baru memeriksakan kondisinya ke bidan pada 28 Agustus. Selanjutnya, pasien masuk Puskesmas Tambak pada 10 September malam dan mendapatkan rujukan ke rumah sakit sehari kemudian.
"Rujukan tersebut karena kondisi bayi sungsang kata petugas di Puskesmas Tambak," ucapnya, Sabtu (12/9/2026).
Rujukan untuk persalinan anak kedua Sunni tersebut awalnya ditujukan ke RSUD Umar Mas’ud Bawean. Namun, dokter spesialis kandungan sedang berada di daratan Jawa sehingga pasien harus dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
Kondisi tersebut membuat keluarga harus mencari transportasi untuk membawa pasien menyeberangi laut menuju daratan Jawa.
Pada Jumat (11/9/2026), tidak ada layanan kapal yang melayani rute Bawean–Gresik maupun Bawean-Paciran, Lamongan. Sunni pun berusaha mendapatkan tiket pesawat Susi Air sebagai alternatif transportasi menuju daratan Jawa.
"Begitu ada kabar dari RSUD Umar Mas’ud, kemarin saya bersama keluarga mendatangi Bandara Harun Thohir Bawean sekitar pukul 06.00 WIB untuk meminta tambahan tiket pesawat, atau tiket emergency," ungkapnya.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Menurut Sunni, layanan pesawat Susi Air dengan tujuan Surabaya–Bawean dan Bawean–Surabaya sudah tidak melayani tiket emergency. Seluruh tiket dijual secara komersial di Bandar Udara Perintis Harun Thohir Pulau Bawean.
"Kami berharap ada solusi supaya istri saya bisa segera dirujuk dan bisa dilakukan persalinan. Tapi tetap tidak bisa. Hanya bisa, kalau ada calon penumpang yang membatalkan tiketnya," jelasnya.
Kendala transportasi juga terjadi pada Sabtu (12/9/2026). Dua kapal reguler, yakni kapal cepat dan kapal Roro, tidak melayani pelayaran lantaran kondisi gelombang tinggi yang mencapai sekitar 2 meter.
Gelombang tinggi dan angin kencang tersebut diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Mungkin alternatifnya masih di Pesawat, Senin besok pesawat berangkat. Tapi kata petugas pesawat full, harus membeli tiket penumpang yang batal baru bisa naik pesawat," tuturnya sembari pasrah menerima kenyataan pahit.
Kepala Desa Ikut Mencari Tiket Pesawat
Kepala Desa Sukaoneng Abdul Hayyi juga berusaha mencari tiket transportasi udara untuk membantu proses evakuasi rujukan warganya.
Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala ketersediaan kursi. Beberapa calon penumpang yang memiliki tiket disebut memiliki kepentingan mendesak terkait pekerjaan.
"Sudah berusaha cari tiket yang batal, karena tidak ada kouta tiket Emergency. Kalau dulu masih bisa, entah sekarang kenapa tiba-tiba tidak ada kouta Emergency ini," tandasnya.
Dinkes Gresik Benarkan Dokter Spesialis Kandungan Tidak Berada di Bawean
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusna membenarkan ketiadaan dokter spesialis kandungan di RSUD Umar Mas’ud Bawean.
"Yang tiada hanya dokter spesialis kandungan. Karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan di Jawa. Sebelum berangkat ke Jawa , pasien juga sudah diingatkan untuk ke Rumah sakit, tapi tidak berkenan," bebernya.
Diakuinya, berdasarkan informasi dari dokter spesialis kandungan RSUD Umar Mas’ud, pasien tersebut merupakan ibu hamil dengan risiko tinggi setelah sebelumnya menjalani operasi caesar.
"Kurang tau alasannya apa, saat pasien tersebut tidak mau datang ke Rumah Sakit," ungkapnya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan dokter spesialis kandungan tersebut berencana kembali ke Bawean pada 19 September 2026. Namun, dr Khusna meminta agar pasien dapat segera dirujuk sebelum tanggal tersebut.
"Solusinya kami usahakan dapat tiket pesawat. Camat Tambak sudah koordinasi untuk slot tiket, minta tolong untuk diupayakan tiket pesawat, " ujarnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
