Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean Gelar Aksi, Soroti Transportasi Laut dan Layanan Kesehatan
| Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean menggelar aksi demonstrasi di Alun-Alun Sangkapura, Kabupaten Gresik, Kamis (24/9/2026). (Foto: Ist) |
kabarbawean.com - Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean menggelar aksi demonstrasi di Alun-Alun Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Kamis sore (24/9/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk putih berukuran besar bertuliskan "Menolak Lupa September Hitam, Pentas Rakyat: Evaluasi Total Kinerja Pemkab Gresik".
Aksi dilakukan untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat Bawean, terutama terkait transportasi laut dan layanan kesehatan.
Massa menyoroti kondisi konektivitas Pulau Bawean yang kerap terganggu saat cuaca buruk serta keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan.
Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean, Saiq Khayran, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas persoalan pelayanan publik yang dinilai terus berulang.
"Setiap tahun kami dipaksa maklum pada alam. Padahal krisis ini berulang bukan karena faktor alam semata, melainkan karena ketiadaan skema mitigasi permanen dari pemerintah," seru Saiq saat membakar semangat massa di Alun-Alun Sangkapura.
Menurut Saiq, masyarakat Bawean tidak menuntut hal yang berlebihan. Ia menyebut kebijakan yang adil dan berpihak terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan menjadi salah satu hal yang diharapkan.
"Kami hanya menuntut kebijakan yang rasional, berpihak, terintegrasi, dan berkelanjutan dari bapak Bupati. Lebih-lebih soal transportasi laut dan peningkatan layanan kesehatan di pulau Bawean," tegasnya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik dan Pemerintah Pusat:
Pertama, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik menyusun skema transportasi alternatif yang terintegrasi dan berkelanjutan sebagai jaminan konektivitas masyarakat Bawean.
Kedua, massa meminta adanya kebijakan yang adil dan berpihak terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan menjadi salah satu rute pelayaran kapal Ro-Ro Bawean-Gresik.
Ketiga, massa mendorong pengoperasian KMP Orajat sebagai armada transportasi reguler pada rute penyeberangan Bawean-Gresik.
Keempat, massa menuntut peningkatan kualitas layanan kesehatan, termasuk peningkatan status Rumah Sakit Umar Mas'ud dari Tipe D menjadi Tipe C.
Kelima, massa mendesak Pemerintah Pusat memasukkan RUU Daerah Kepulauan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) paling lambat pada 2027.
Aksi berlangsung tertib dan ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap. Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean menyatakan akan terus mengawal sejumlah tuntutan tersebut hingga terdapat langkah konkret dari pemerintah.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
