BREAKING NEWS

Hendak Mudik Maulid Nabi, Puluhan Warga Bawean Tertahan akibat Gelombang Tinggi

Calon penumpang yang tidak kebagian tiket KMP Gili Iyang masih tertahan di Gresik, sembari berharap adanya tambahan kuota untuk keberangkatan ke Bawean.
 (Foto:Ist)

kabarbawean.com - Puluhan warga Bawean masih tertahan di Gresik saat hendak mudik untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kondisi tersebut terjadi akibat terganggunya penyeberangan Gresik-Bawean menyusul gelombang tinggi di perairan utara Jawa.

Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat Bawean. Setiap tahun, warga biasanya berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk mengikuti berbagai kegiatan peringatan, termasuk tradisi membuat angkaan molod.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan warga Bawean yang berada di luar pulau untuk pulang kampung. Namun, kondisi cuaca dalam sepekan terakhir membuat aktivitas penyeberangan menuju Bawean tidak berjalan normal.

Akibatnya, sejumlah calon penumpang, baik warga Bawean maupun perantau, harus bertahan di daratan Gresik sembari menunggu kepastian keberangkatan kapal.

Pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 17.45 WIB, KMP Gili Iyang sempat diberangkatkan dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean. Namun, kapasitas penumpang yang terbatas membuat tidak seluruh calon penumpang dapat terangkut.

Kapal tersebut hanya memiliki kuota 196 penumpang. Puluhan warga yang telah menunggu tidak kebagian tiket karena kuota tambahan juga tidak tersedia.

Salah seorang warga Bawean, Izam, mengaku sudah beberapa hari tinggal di penginapan di Gresik karena belum mendapatkan tiket untuk pulang ke Bawean.

"Kemarin ada kepala Gili Iyang, tapi tiket sudah habis. Ini masih tertahan," ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Diperkirakan sekitar 50 orang masih tertahan di Gresik akibat terbatasnya operasional kapal. Kondisi tersebut tidak terlepas dari gelombang tinggi di perairan utara Jawa yang mencapai lebih dari 1,5 meter.

Sejumlah calon penumpang berharap dapat segera pulang ke Bawean untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi yang menjadi salah satu tradisi penting masyarakat setempat.

"Ya ini pulang mau peringatan maulid nabi. Di sana biasanya membuat angkaan molod," ungkap salah satu santri yang mondok di Pasuruan.

Sementara itu, Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Gresik, Taufik, membenarkan bahwa kapal cepat Express Bahari belum beroperasi akibat kondisi gelombang tinggi. Sementara itu, KMP Gili Iyang sempat berangkat menuju Bawean pada Minggu.

"Iya ini sedang tidak ada kapal karena gelombang tinggi,” katanya.

Editor: Ahmad Faiz                            Reporter: Saiful Hasan