Monev Program Ketahanan Pangan Desa Bululanjang, Perkuat Pengelolaan Pertanian
kabarbawean.com - Pemerintah Desa Bululanjang bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2026, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan penanaman padi dan bawang merah berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat bagi petani dan desa.
Dalam program tersebut, penanaman bawang merah dipusatkan di Dusun Air Kuning, Desa Bululanjang, sedangkan penanaman padi dilakukan di sejumlah lahan persawahan milik warga yang menjadi peserta program ketahanan pangan.
Program ini menerapkan skema bagi hasil, yakni 70 persen untuk petani penggarap dan 30 persen untuk desa sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes). Sementara itu, seluruh kebutuhan produksi seperti bibit, pupuk, penyuluhan, hingga pendampingan difasilitasi oleh pemerintah desa.
Ketua Kelompok Tani, Junaidi, mengaku program tersebut sangat membantu petani karena seluruh kebutuhan produksi telah disiapkan pemerintah desa. Para petani hanya bertugas mengelola dan merawat tanaman hingga masa panen.
"Saya sangat senang dengan adanya program ketahanan pangan bawang merah dan padi yakni kami petani mendapatkan 70% dari hasil tani yang modal seperti bibit, pupuk, edukasi (penyuluhan dan pendampingan) itu dari desa kita hanya pelaksana dan perawat," ungkap Junaidi.
Ia berharap program ketahanan pangan dapat terus berlanjut sehingga mampu melibatkan lebih banyak masyarakat.
"Harapan saya ketahanan pangan berkelanjutan dan kedepannya bisa banyak masyarakat direkrut untuk bagian dari ketahanan pangan sehingga mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan," harapnya.
Pendamping Lokal Desa (PLD) Bululanjang, Abd. Rauf, menilai pemilihan komoditas padi dan bawang merah sudah sesuai dengan karakteristik Desa Bululanjang yang memiliki areal persawahan cukup luas.
"Saya mengapresiasi pemilihan kegiatan penanaman padi dan bawang merah di Desa Bululanjang karena sesuai dengan wilayahnya desa termasuk desa pemilik lahan pertanian atau sawah yang luas," ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan penggunaan Dana Desa sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025.
"Program ketahanan pangan ini sejalan dengan arah kebijakan penggunaan Dana Desa sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025. Salah satu prioritasnya adalah mendukung pemberdayaan pelaku usaha di sektor pangan, termasuk petani, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi pangan lokal sekaligus mendongkrak pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor usaha pangan," jelasnya.
Ia menambahkan, hasil panen padi maupun bawang merah di Desa Bululanjang selama ini cukup melimpah. Bahkan, komoditas padi telah dipasarkan hingga ke luar desa maupun ke luar Pulau Bawean. Kehadiran tenaga ahli melalui penyuluhan dan pendampingan juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas hasil panen petani.
"Dan hasil panen padi dan bawang merah khususnya padi itu cukup besar sehingga dipasarkan keluar desa bahkan keluar Pulau Bawean. Dengan adanya program penyuluhan dan pendampingan pertanian oleh tenaga ahli (yang mana hal itu menjadi bagian dari program ketahanan pangan) maka hasil panen warga peserta program ketahanan pangan makin baik dan besar," imbuhnya.
Sementara itu, Kaur Keuangan Desa Bululanjang, Zuhri, menjelaskan anggaran program ketahanan pangan Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp49,6 juta. Program tersebut mencakup penanaman bawang merah di lahan sekitar 10 kolak dan penanaman padi di lahan sekitar 34 kolak dengan melibatkan sekitar 25 petani, terdiri atas 10 petani bawang merah dan 15 petani padi.
"Untuk tahun ini anggaran ketahanan pangan Rp49.600.000. Tahun kemarin ketahanan pangan ini mendapat kurang lebih Rp4.500.000 sebagai PADes dari ketahanan pangan. Untuk tahun ini sekitar 10 kolak untuk bawang merah dan untuk padi sekitar 34 kolak dengan pekerja sekitar 15 orang petani untuk padi dan 10 orang untuk bawang merah, sedangkan pembagiannya 30% untuk desa dan 70% untuk petani," terang Zuhri.
Melalui program tersebut, Pemerintah Desa Bululanjang berharap sektor pertanian semakin berkembang, produktivitas hasil panen meningkat, sekaligus mampu memperkuat ketahanan pangan desa serta membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui pemberdayaan petani lokal.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
