Asal-usul Dusun Air Kuning Bawean, Berawal dari Sumber Air yang Berubah Kekuningan
![]() |
| Gapura Dusun Air Kuning, Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. (Foto:kabarbawean.com) |
kabarbawean.com - Nama Dusun Air Kuning di Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, ternyata menyimpan cerita yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Kepala Dusun Air Kuning, Buang Mohet (59), nama tersebut berasal dari sebuah sumber mata air yang dahulu menjadi tempat persinggahan keluarga Keraton Padepokan.
Buang Mohet mengatakan, Dusun Air Kuning merupakan dusun terkecil di Desa Bululanjang. Dusun tersebut berada di sebelah timur desa, berbatasan dengan Desa Patar Selamat di sisi timur dan Desa Sungai Teluk di bagian selatan.
"Luas wilayah Dusun Air Kuning sekitar 120 ribu meter persegi dengan jumlah penduduk 189 jiwa dan 53 kepala keluarga. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani yang mengelola sawah dua kali dalam setahun, yaitu musim Nemberak dan musim Kategha," ujar Buang Mohet, Rabu (8/7/2026).
Ia menuturkan, berdasarkan cerita yang diwariskan para leluhur, dahulu keluarga Keraton Padepokan kerap melintasi kawasan tersebut ketika menuju maupun pulang dari Dusun Disallam.
"Perjalanan saat itu harus melewati padang ilalang, jalan setapak, hingga persawahan. Karena kaki mereka dipenuhi lumpur, mereka mencari sumber air untuk membersihkan kaki, mencuci muka, mengambil air sembahyang, dan keperluan lainnya," tuturnya.
Menurut Buang Mohet, sumber mata air itu berada di sebelah timur Dusun Buluar. Awalnya air tersebut jernih, namun lambat laun berubah menjadi kekuning-kuningan karena sering digunakan oleh para pelintas.
"Airnya yang semula bening berubah menjadi kekuning-kuningan karena sering dipakai. Sejak itu keluarga Keraton Padepokan selalu menyebut tempat tersebut sebagai Air Kuning. Setelah kawasan itu dihuni masyarakat, kampung tersebut kemudian dinamakan Kampung Air Kuning," jelasnya.
Hingga kini, lanjut Buang Mohet, Dusun Air Kuning terus berkembang dengan tetap mempertahankan nilai kebersamaan dan kehidupan keagamaan yang kuat.
"Warga di sini ramah dan rajin bergotong royong. Kegiatan keagamaan selalu menjadi prioritas, baik yang dilaksanakan setiap tahun, setiap bulan maupun setiap minggu," katanya.
Ia menjelaskan, masyarakat setiap tahun memperingati hari-hari besar Islam seperti Isra Mikraj dan Tahun Baru Hijriah. Selain itu, setiap malam Tahun Baru Hijriah warga menggelar doa bersama yang dikemas dalam kegiatan istigasah.
"Setiap pertengahan bulan Qamariah yang jatuh pada hari Jumat kami mengadakan khataman Al-Qur'an di mushala. Setiap malam Jumat juga ada yasinan dan selawatan setelah Magrib hingga menjelang Isya. Ibu-ibu Muslimat dan Fatayat juga aktif mengikuti pengajian rutin setiap Jumat setelah Zuhur," ungkapnya.
Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, para pemuda di Dusun Air Kuning juga aktif mengembangkan olahraga, khususnya bola voli dan sepak takraw.
"Tim bola voli Dusun Air Kuning pernah meraih Juara II pada turnamen di Pudakit Timur dan Juara I pada turnamen di Suwari. Prestasi itu menjadi kebanggaan masyarakat kami," pungkasnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan
