Momentum 10 Muharram, MWCNU Lebak Santuni 56 Anak Yatim sebagai Wujud Takwa Sosial
kabarbawean.com - Sebanyak 56 anak yatim di wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, menerima santunan pada peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah atau Hari Asyura, Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kantor MWCNU Lebak, Jalan Raya Lebak, Dusun Sungairaya, itu sebelumnya di adakan rapat koordinasi pengurus dalam upaya memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ketua MWCNU Lebak, Kiai Ruhan, mengatakan santunan anak yatim merupakan implementasi nilai takwa sosial yang harus terus ditanamkan kepada umat Islam. Menurutnya, ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga kepedulian terhadap sesama.
"Harapan kami adalah menyadarkan umat Islam bahwa berbagi merupakan salah satu bagian dari ketakwaan, yaitu takwa sosial. Jadi, takwa itu tidak hanya diwujudkan melalui sholat, puasa, zakat, dan haji, tetapi juga dengan berbagi kepada sesama. Salah satu bentuk berbagi yang paling utama adalah menyantuni anak yatim serta membantu mereka yang membutuhkan," ujar Kiai Ruhan usai kegiatan.
Ia berharap gerakan berbagi tersebut dapat menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk ikut peduli terhadap anak yatim sehingga jumlah penerima manfaat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
"Tahun ini ada 56 anak yatim yang menerima santunan. Ke depan, kami berharap jumlah tersebut terus bertambah, bahkan bisa mencapai lebih dari 100 anak yatim. Karena sesungguhnya salah satu tulang punggung kekuatan umat Islam adalah semangat berbagi," tambahnya.
Sinergi Donatur Lokal dan Luar Negeri
Pelaksanaan santunan tahun ini mendapat dukungan dari berbagai donatur, baik dari lingkungan pengurus ranting maupun masyarakat bawean yang berada di luar negeri. Salah satunya datang dari Bang Rusli beserta keluarga yang berdomisili di Singapura.
Pengurus MWCNU Lebak, Ustadz Shalehuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, wabil khusus donatur dari Singapura, yaitu Bang Rusli sekeluarga. Semoga rezekinya lancar, diberi kesehatan, dan panjang umur. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para pengurus ranting se-MWCNU Lebak yang turut bergerak menjadi donatur," ungkap Ustadz Shalehuddin.
Ia menjelaskan, bantuan dari Bang Rusli senilai Rp2,5 juta disalurkan kepada 15 anak yatim. Sementara santunan bagi 41 anak yatim lainnya masing-masing sebesar Rp150 ribu yang bersumber dari donasi swadaya para pengurus ranting di bawah naungan MWCNU Lebak.
MWCNU Perkuat Peran dalam Program Santunan Anak Yatim
Kiai Ruhan menjelaskan, kegiatan santunan anak yatim bukan kali pertama dilaksanakan di lingkungan MWCNU Lebak. Namun, terdapat perubahan dalam mekanisme penyelenggaraannya.
Jika pada tahun sebelumnya kegiatan diinisiasi oleh Muslimat NU dan Fatayat NU di tingkat PAC maupun ranting, maka mulai tahun ini pelaksanaannya berada di bawah koordinasi langsung MWCNU Lebak sebagai induk organisasi.
"Kegiatan ini bukan yang pertama. Tahun lalu penyelenggaranya adalah Muslimat NU bersama Fatayat NU, baik di tingkat PAC maupun ranting. Tahun ini pelaksanaannya menjadi tanggung jawab MWCNU," jelasnya.
Ia berharap momentum 10 Muharram yang bertepatan dengan Hari Asyura dan hari Jumat menjadi keberkahan bagi organisasi dalam memperkuat gerakan sosial serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
"Hari ini menjadi momentum yang sangat baik karena bertepatan dengan bulan Muharram, hari Asyura, dan hari Jumat. Mudah-mudahan seluruh ikhtiar dan harapan MWCNU dikabulkan oleh Allah SWT," pungkas Kiai Ruhan.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

