Warga Keluhkan Jalan Pelabuhan Bawean Rusak, Desak Dishub Jatim Segera Perbaiki
![]() |
| Pengendara melintas di jalan area Pelabuhan Bawean yang mengalami kerusakan. (Foto: kabarbawean) |
kabarbawean.com - Kondisi jalan di area Pelabuhan Bawean dikeluhkan sejumlah warga karena mengalami kerusakan. Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim segera melakukan perbaikan.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat ditemui di kawasan pelabuhan, mereka menilai kerusakan jalan sudah cukup lama terjadi namun hingga kini belum ada perbaikan yang signifikan.
Ahmad, warga Sangkapura, mengatakan kondisi jalan yang rusak membuat pengguna kendaraan merasa tidak nyaman.
“Jalan di pelabuhan ini sangat memprihatinkan. Banyak lubang dan rusak, apalagi saat ramai penumpang sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Hal senada disampaikan Yati, warga Tambak yang baru pulang dari perantauan. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan di pelabuhan karena menjadi pintu utama keluar masuk masyarakat Bawean.
“Pelabuhan ini wajah Bawean. Harapan saya pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak supaya masyarakat dan pendatang merasa nyaman,” katanya.
Sementara itu, Amin, warga Sungaiteluk, mendesak agar perbaikan segera direalisasikan karena kerusakan jalan dinilai semakin parah.
“Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki. Kami berharap pemerintah serius menangani jalan pelabuhan yang rusak ini,” tegasnya.
Ali, warga Kotakusuma, juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi jalan pelabuhan.
“Semoga jalan di pelabuhan Bawean ini segera diperbaiki karena sangat dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.
Rahman, warga Kepuhteluk, mempertanyakan pengelolaan retribusi masuk pelabuhan yang selama ini dipungut.
“Setiap motor masuk bayar Rp2 ribu, tapi sampai sekarang jalannya masih rusak. Masyarakat tentu bertanya-tanya uang itu digunakan untuk apa,” ucapnya.
Menanggapi keluhan warga, Koordinator Wilker Bawean UPT PPR Lamongan, Lamin, mengatakan pihaknya telah mengajukan perbaikan jalan pelabuhan kepada Dishub Jatim.
“Saya bersama teman-teman di sini sudah mengkomunikasikan kerusakan jalan pelabuhan kepada Dishub Jatim. Bahkan kami sudah melakukan floating pengukuran dan pengajuan perbaikan sebelum Ramadan,” katanya.
Ia menjelaskan, dari sembilan petugas yang bertugas di wilayah kerja Bawean, tujuh di antaranya laki-laki dan dua perempuan yang bertugas sebagai admin.
“Di sini ada sembilan petugas, dengan rincian tujuh laki-laki dan dua perempuan sebagai admin. Kalau hari Kamis dan Jumat, dua petugas perempuan ini libur,” ujarnya.
Saat ditanya perkembangan usulan tersebut, Lamin menyebut masih dalam proses.
“Masih proses, pengajuan sudah kami lakukan,” ujarnya.
Salah satu petugas lainnya menambahkan, laporan terkait kebutuhan perbaikan jalan rutin disampaikan setiap bulan kepada pihak induk di Surabaya.
“Setiap bulan kami melaporkan kebutuhan termasuk kondisi jalan pelabuhan. Untuk pelaksanaannya yang menentukan pihak induk di Surabaya. Perbaikan jalan yang sudah dilakukan tahun lalu sekitar 40 x 6 meter, sedangkan untuk sisanya kapan diperbaiki kami kurang paham,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

