BREAKING NEWS

Wajik Lanas, Kue Khas Tampo Bawean yang Tetap Bertahan hingga Kini

Wajik lanas atau bhejik lanas, kue tradisional khas warga Dusun Tampo, Desa Pudakit Barat, Pulau Bawean, yang biasa disajikan saat hajatan, hari raya, dan menyambut tamu.
 (Foto: kabarbawean)

kabarbawean.com - Warga Dusun Tampo, Desa Pudakit Barat, Pulau Bawean, masih mempertahankan tradisi membuat wajik lanas, kue khas daerah yang dalam bahasa Bawean dikenal dengan sebutan bhejik lanas.

Salah seorang pembuat bhejik lanas, Samiyah (52), mengatakan makanan tradisional tersebut sudah lama dikenal masyarakat Tampo dan tetap dibuat hingga sekarang.

“Bhejik lanas ini makanan khas warga Tampo. Biasanya dibuat saat ada hajatan, hari raya, atau menyambut tamu,” ujar Samiyah, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, wajik lanas atau bhejik lanas terbuat dari bahan utama lanas, kelapa, ketan, dan gula. Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dengan cara dimasak hingga teksturnya padat dan tahan lama.

“Kalau disimpan dengan baik bisa tahan sampai dua minggu,” katanya.

Menurut Samiyah, kue tersebut dijual dengan harga sekitar Rp2 ribu per biji.

Sementara itu, warga Tampo lainnya, M. Nur, menyebut wajik lanas tidak hanya disajikan dalam acara pernikahan dan hari raya, tetapi juga sering dijadikan suguhan bagi tamu yang datang ke rumah warga.

“Biasanya juga dibawa oleh warga Bawean yang merantau ke Malaysia, Singapura, dan daerah lain sebagai oleh-oleh khas kampung,” ujarnya.

Ia mengatakan keberadaan wajik lanas menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Bawean yang masih terus dijaga hingga sekarang.

Selain memiliki cita rasa manis dan tekstur khas, makanan tradisional tersebut juga menjadi simbol keramahan masyarakat setempat dalam menyambut tamu maupun keluarga yang datang berkunjung.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Saiful Hasan