BREAKING NEWS

Tiga Kali Gempa Guncang Bawean dalam Sehari, Santri TPQ dan Warga Panik Keluar Rumah

Santri TPQ Darul Qur’an, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, berlarian keluar ruangan saat gempa bumi mengguncang Pulau Bawean, Selasa (19/5/2026). Momen kepanikan tersebut terekam kamera CCTV TPQ Darul Qur’an.
(Foto: tangkapan layar CCTV TPQ Darul Qur’an)

kabarbawean.com - Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, diguncang gempa bumi sebanyak tiga kali dalam sehari pada Selasa (19/5/2026). Rentetan gempa tersebut membuat warga panik hingga keluar dari rumah dan bangunan untuk menyelamatkan diri.

Gempa kedua yang terjadi sekitar pukul 13.47 WIB dengan magnitudo 4,0 menjadi guncangan paling terasa. Kepanikan juga terjadi di TPQ Darul Qur’an, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, saat ratusan santri sedang mengikuti kegiatan mengaji.

Para santri bersama guru dan wali santri berlarian keluar kelas setelah merasakan getaran gempa.

Kepala TPQ Darul Qur’an, Jamaluddin mengatakan, gempa kedua yang terjadi saat kegiatan mengaji berlangsung sempat membuat santri panik. Menurutnya, getaran gempa terasa cukup kuat meski hanya berlangsung singkat.

“Panik semua, Pak. Gempa yang kedua sangat terasa getarannya meskipun hanya sebentar,” ujarnya.

Karena khawatir terjadi gempa susulan, pihak TPQ akhirnya menghentikan sementara kegiatan belajar mengaji dan memulangkan para santri lebih awal.

“Saat anak-anak sedang aktivitas mengaji, akhirnya kami pulangkan karena ada gempa,” imbuhnya.

Nurani, warga Desa Kumalasa, juga mengaku terkejut saat gempa terjadi. Ia langsung keluar rumah setelah merasakan getaran cukup kuat.

“Saya kaget, rumah terasa bergetar. Saya langsung keluar rumah karena takut ada gempa susulan,” katanya.

Getaran gempa juga dirasakan warga di sejumlah desa lainnya. Sairozi, warga Kecamatan Tambak, mengaku sempat panik saat merasakan bangunan bergetar.

“Awalnya saya kira ada kendaraan besar lewat, ternyata gempa. Getarannya cukup terasa,” ujarnya.

Berdasarkan data BMKG, gempa pertama terjadi sekitar pukul 08.20 WIB dengan magnitudo 3,1. Gempa kedua terjadi pukul 13.47 WIB dengan magnitudo 4,0, sedangkan gempa ketiga terjadi sekitar pukul 14.55 WIB dengan magnitudo 3,4.

Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid menjelaskan, episenter gempa berada di laut sekitar 12 kilometer arah barat laut Bawean dengan kedalaman 5 kilometer. Gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.

“Gempa bumi ini dirasakan di Bawean dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini, tidak berpotensi adanya tsunami,” ujarnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Prof