Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Bawean di Malang Diasah Jadi Pemimpin Masa Depan Lewat ORBIT XXII
kabarbawean.com - Mahasiswa asal Pulau Bawean yang menempuh pendidikan di Malang menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan kapasitas diri dan kepemimpinan melalui organisasi. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan ORBIT (Open Recruitment and Basic Training) XXII yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Pulau Bawean (IMPSB) Malang.
Kegiatan ini digelar selama dua hari, yakni 2-3 Mei 2026, di Villa Ayana Syariah, Kota Batu. ORBIT menjadi momentum penting dalam proses kaderisasi mahasiswa Bawean di perantauan. Tidak sekadar merekrut anggota baru, kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter, penguatan solidaritas, serta penanaman nilai-nilai kepemimpinan.
Ketua pelaksana, Asyraf, menegaskan bahwa ORBIT menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk berkembang secara kolektif dalam lingkungan yang suportif.
“Kami ingin mahasiswa Bawean di Malang tidak hanya datang untuk kuliah, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang siap berkontribusi. ORBIT ini adalah titik awalnya,” ujarnya.
Ketua IMPSB Malang, Abdurrahman, menyebut ORBIT sebagai gerbang utama dalam proses kaderisasi organisasi.
“Di sinilah proses awal terbentuknya calon pemimpin. ORBIT bukan sekadar formalitas, tetapi fondasi bagi anggota yang ingin berperan aktif bahkan memimpin IMPSB ke depan,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti belasan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang. Rangkaian acara dikemas secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, forum group discussion, hingga refleksi malam yang memperkuat ikatan emosional antar peserta.
Selain penguatan kepemimpinan, pelestarian budaya Bawean juga menjadi salah satu fokus utama. Materi yang disampaikan Muhammad Nuh, Ketua IMPSB Malang ke-4, menekankan pentingnya menjaga identitas di tengah kehidupan perantauan.
“Ke mana pun kita pergi, kita tetap membawa Bawean. Nilai budaya itu yang harus terus dijaga,” pesannya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Syaiful Anam, mengaku ORBIT memberikan pengalaman yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menguatkan secara emosional.
“Saya merasa punya keluarga baru di sini. Ini bukan hanya organisasi, tapi tempat untuk saling menguatkan,” ungkapnya.
Melalui ORBIT XXII, IMPSB Malang berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa Bawean yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap budaya daerah.
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada para alumni dan donatur yang telah memberikan dukungan penuh. Sinergi lintas generasi ini diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam membangun organisasi yang berkelanjutan.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

