PWNU Jatim Ziarahi Makam Jujuk Tampo dalam dalam Agenda Turba ke PCNU Bawean
kabarbawean.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) melaksanakan ziarah ke makam Jujuk Tampo di Desa Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Jumat (15/5/2026), dalam rangkaian kegiatan Turba PWNU Jatim ke PCNU Bawean.
Rombongan PWNU Jawa Timur bersama pengurus PCNU Bawean yang dikawal Banser Bawean tiba di lokasi usai kegiatan silaturahmi di Pondok Pesantren Mambaul Falah. Kedatangan mereka disambut Kepala Desa Pudakit Barat, Thobron, bersama pengurus makam Jujuk Tampo.
Pengurus PW GP Ansor Jawa Timur, Ahmad Burhan, mengatakan rombongan PWNU Jatim yang hadir ke Bawean terdiri dari lima orang pengurus, yakni dua dari jajaran Tanfidziyah dan tiga dari jajaran Syuriah.
“Mereka adalah KH Abdul Matin Jawahir, Prof Dr H Maskuri Bakri M.Si, KH Taufik Dajil, KH Faris Idrisa, dan HM Taufiq Mukti,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prof Dr H Maskuri Bakri M.Si menyampaikan bahwa kegiatan turba merupakan agenda silaturahmi antara PWNU Jawa Timur dengan seluruh PCNU di Jawa Timur. Menurutnya, PCNU Bawean menjadi salah satu cabang yang istimewa karena dikunjungi secara khusus.
“PWNU Jatim saat ini sedang melaksanakan turba ke PCNU Bawean dalam rangka menyambung tali silaturahmi antara PWNU dan PCNU. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di berbagai PCNU se-Jawa Timur, namun Pulau Bawean menjadi salah satu PC yang sangat istimewa karena didatangi secara langsung dalam satu PC tersendiri. Biasanya turba dilakukan dengan menggabungkan dua sampai empat PC dalam satu wilayah,” ungkapnya.
Ia menilai kepengurusan PCNU Bawean menunjukkan kekompakan organisasi yang kuat. Hal itu terlihat dari sambutan berbagai lembaga dan badan otonom NU yang hadir menyambut rombongan PWNU Jatim.
“Kami melihat langsung bagaimana kepengurusan PCNU Bawean menunjukkan organisasi yang sangat kompak. Ketika kami datang, sambutannya luar biasa. Berbagai lembaga dan badan otonom hadir semuanya,” ujarnya.
Maskuri juga mengaku terkesan dengan perkembangan unit usaha dan layanan kesehatan milik PCNU Bawean, mulai dari Klinik NU An Nahdliyah hingga BMT NU Tambak.
“Kami cukup surprise karena saat datang langsung diajak melihat Poliklinik NU An Nahdliyah milik PCNU Bawean. Begitu pula BMT NU yang baru berjalan sekitar tiga setengah tahun tetapi sudah memiliki aset hingga Rp14 miliar dan laba sekitar Rp2,2 miliar. Ini sungguh prestasi yang luar biasa,” katanya.
Selain bersilaturahmi, PWNU Jatim juga ingin mendengar perkembangan dan program strategis PCNU Bawean ke depan melalui agenda pertemuan yang digelar pada malam harinya.
“Pertemuan ini lebih kepada membangun silaturahmi antara PWNU dan PCNU. Kami juga ingin mendengar perkembangan-perkembangan yang ada di PCNU Bawean dan program-program strategis ke depan,” ucapnya.
Ia menambahkan, kunjungan ke Bawean merupakan turba pertama PWNU Jatim periode 2024-2029 ke Pulau Bawean setelah sebelumnya melakukan turba di sejumlah daerah di Jawa Timur, mulai Banyuwangi, Bondowoso hingga Madiun.
“Ini turba pertama ke Bawean untuk pengurus 2024-2029 dan menjadi turba terakhir dalam rangkaian yang sudah kami lakukan di berbagai daerah di Jawa Timur, walaupun masih ada agenda ke pulau lain seperti Kangean,” katanya.
![]() |
| Rombongan PWNU Jawa Timur bersama pengurus PCNU Bawean melaksanakan doa dan ziarah di makam Jujuk Tampo, Desa Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. (Foto: kabarbawean) |
Menurutnya, ziarah ke makam Jujuk Tampo juga menjadi bagian penting dalam membangun spiritualitas warga Nahdlatul Ulama di Pulau Bawean.
“Ziarah ke makbarah Jujuk Tampo menjadi bagian dari membangun spiritualitas bersama warga Nahdlatul Ulama di Pulau Bawean,” ujarnya.
Di akhir wawancara, Maskuri menyampaikan kesan positif terhadap masyarakat Bawean yang dinilai ramah dan memiliki semangat besar untuk berkembang.
“Kesan saya di Bawean, warganya sangat akrab dan menyambut kami dengan luar biasa. Saya yakin Bawean akan menjadi salah satu PCNU yang memiliki prestasi besar ke depan karena sudah mampu membangun BMT dan klinik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pudakit Barat, Thobron, mengaku bangga atas kunjungan rombongan PWNU Jawa Timur ke makam Jujuk Tampo.
“Saya sangat bangga dan merasa terhormat atas kehadiran rombongan PWNU Jawa Timur yang berziarah ke makam Jujuk Tampo. Ini menjadi kehormatan besar bagi kami dan masyarakat Pudakit Barat, khususnya warga Tampo,” ujarnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan


