Puasa Tarwiyah: Niat, Jadwal, dan Keutamaannya Lengkap
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
kabarbawean.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai puasa Tarwiyah. Puasa sunnah ini dikenal sebagai salah satu amalan yang dianjurkan pada awal bulan Dzulhijjah dan memiliki berbagai keutamaan.
Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami jadwal pelaksanaan, bacaan niat, hingga tata cara puasa Tarwiyah. Bagi yang baru pertama kali ingin menjalankannya, puasa ini dapat menjadi amalan sunnah yang mudah diterapkan untuk menambah ibadah menjelang Idul Adha.
Apa Itu Puasa Tarwiyah?
Puasa Tarwiyah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah atau sehari sebelum puasa Arafah. Istilah “Tarwiyah” berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan persiapan bekal air bagi jamaah haji sebelum menuju Padang Arafah.
Di Indonesia, puasa Tarwiyah cukup dikenal karena dilaksanakan berdekatan dengan puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah.
Meski tidak wajib, puasa Tarwiyah termasuk amalan sunnah yang dianjurkan, khususnya bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Puasa Tarwiyah Tanggal Berapa?
Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah berdasarkan kalender Hijriah.
Penetapan awal bulan Dzulhijjah terkadang berbeda di tiap negara maupun organisasi Islam. Karena itu, tanggal pelaksanaannya dalam kalender Masehi dapat berubah setiap tahun.
Masyarakat dianjurkan menunggu penetapan resmi pemerintah atau organisasi Islam terkait jadwal puasa Tarwiyah dan Hari Raya Idul Adha.
Hukum Puasa Tarwiyah
Hukum puasa Tarwiyah adalah sunnah. Artinya, umat Islam yang menjalankannya akan mendapatkan pahala, sementara yang tidak melaksanakannya tidak berdosa.
Sebagian ulama memang memiliki perbedaan pendapat terkait hadis tentang puasa Tarwiyah. Namun, puasa ini tetap banyak diamalkan sebagai bentuk memperbanyak ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang dikenal penuh keutamaan.
Niat Puasa Tarwiyah
Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma at-tarwiyati sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa dapat dibaca pada malam hari hingga sebelum waktu Subuh. Dalam puasa sunnah, sebagian ulama juga membolehkan niat dilakukan pada pagi hari selama belum makan dan minum sejak terbit fajar.
Tata Cara Puasa Tarwiyah
Secara umum, tata cara puasa Tarwiyah sama seperti puasa sunnah lainnya, yaitu:
- Membaca niat puasa sebelum Subuh.
- Melaksanakan sahur sebagai sunnah yang dianjurkan.
- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
- Menyegerakan berbuka puasa saat waktu Maghrib tiba.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dipercaya memiliki sejumlah keutamaan, terutama karena dilaksanakan pada hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah.
Selain menjadi bentuk ibadah sunnah, puasa ini juga dapat melatih kesabaran, menjaga pengendalian diri, serta menjadi persiapan spiritual menjelang Hari Raya Idul Adha.
Banyak umat Islam memanfaatkan momentum puasa Tarwiyah untuk memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan melakukan introspeksi diri.
Puasa Tarwiyah juga menjadi bagian dari amalan sunnah yang dianjurkan selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah, yang dikenal sebagai waktu istimewa untuk memperbanyak amal saleh.
Bagi umat Islam yang ingin meningkatkan kualitas ibadah menjelang Idul Adha, puasa Tarwiyah dapat menjadi salah satu amalan yang bisa dilakukan, terutama jika dilanjutkan dengan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Abd.Rauf

