BREAKING NEWS

Puasa Arafah: Pengertian, Hukum, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Gambar Iustrasi

kabarbawean.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam mulai memperbanyak ibadah sunnah. Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah puasa Arafah, yakni puasa sunnah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.

Puasa Arafah dikenal memiliki keutamaan besar. Dalam sejumlah hadis, puasa ini disebut dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.

Pengertian Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Puasa ini dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara bagi jamaah haji, puasa Arafah tidak dianjurkan karena dikhawatirkan dapat mengurangi kondisi fisik saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Di Indonesia, puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha karena diyakini memiliki pahala dan keutamaan yang besar.

Puasa Arafah Dilaksanakan Tanggal Berapa?

Puasa Arafah dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender Hijriah.

Karena penetapan awal bulan Dzulhijjah dapat berbeda di setiap negara maupun organisasi Islam, tanggal pelaksanaan puasa Arafah dalam kalender Masehi juga dapat berubah setiap tahun.

Masyarakat dianjurkan mengikuti penetapan resmi pemerintah melalui sidang isbat atau pengumuman dari organisasi Islam terpercaya terkait jadwal puasa Arafah dan Hari Raya Idul Adha.

Hukum Puasa Arafah

Hukum puasa Arafah adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.

Dasar anjuran puasa ini terdapat dalam hadis Rasulullah SAW. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa sunnah tersebut selama mampu menjalankannya.

Niat Puasa Arafah

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya

“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa Arafah dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Dalam puasa sunnah, sebagian ulama juga membolehkan niat dilakukan pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Tata Cara Puasa Arafah

Secara umum, tata cara puasa Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya.

1. Membaca Niat

Niat dilakukan sebelum memulai puasa sebagai bentuk kesungguhan beribadah kepada Allah SWT.

2. Melaksanakan Sahur

Meski tidak wajib, sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan membantu menjaga kondisi tubuh saat berpuasa.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Mulai terbit fajar hingga matahari terbenam, umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta perbuatan yang membatalkan puasa.

4. Menyegerakan Berbuka

Saat waktu Maghrib tiba, umat Islam dianjurkan segera berbuka puasa.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki sejumlah keutamaan yang membuatnya sangat dianjurkan bagi umat Islam.

1. Menghapus Dosa Dua Tahun

Keutamaan paling utama dari puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Muslim.

2. Menjadi Amalan Istimewa di Bulan Dzulhijjah

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah utama pada momen tersebut.

3. Melatih Kesabaran dan Ketakwaan

Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri, menjaga ucapan, serta memperbaiki perilaku sehari-hari.

4. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Banyak umat Islam memanfaatkan puasa Arafah untuk memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Meski sama-sama dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah memiliki perbedaan waktu pelaksanaan serta keutamaannya.

Aspek Puasa Tarwiyah Puasa Arafah
Tanggal 8 Dzulhijjah 9 Dzulhijjah
Hukum Sunnah Sunnah Muakkadah
Keutamaan Memperbanyak amal di bulan Dzulhijjah Menghapus dosa dua tahun
Pelaksana Nonjamaah haji Nonjamaah haji

Kedua puasa sunnah tersebut dapat dilaksanakan secara berurutan untuk memaksimalkan ibadah di bulan Dzulhijjah.

Editor: Ahmad Faiz                        Reporter: Abd. Rauf