Penemuan Arca dan Stupika Perkuat Dugaan Jejak Hindu-Buddha di Bawean
![]() |
| Artefak arca Buddha perunggu dan stupika tanah liat asal Pulau Bawean yang kini tersimpan di Museum Sunan Giri. |
kabarbawean.com - Sejumlah penemuan artefak bersejarah di Pulau Bawean memperkuat dugaan adanya pengaruh Hindu-Buddha di wilayah tersebut pada masa lampau. Artefak itu antara lain arca Mahakala, arca Buddha berbahan perunggu, hingga stupika dari tanah liat bakar.
Arca Mahakala ditemukan di Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura. Dalam tradisi Hindu, Mahakala dikenal sebagai penjaga kawasan suci dan biasanya ditempatkan di sisi kiri pintu masuk candi.
Sosok Mahakala digambarkan bertubuh kekar, berwajah garang, serta membawa senjata yang melambangkan kekuatan pelindung.
Keberadaan arca tersebut menunjukkan adanya pengaruh kuat Hindu aliran Siwa yang berkembang di Nusantara pada masa Jawa Kuno hingga era Majapahit.
Selain itu, penelitian arkeologi juga menemukan arca Buddha berbahan perunggu di Desa Sidogedungbatu. Temuan hasil ekskavasi tahun 2018 itu dinilai cukup langka karena arca Buddha berbahan perunggu tidak banyak ditemukan di Indonesia.
Tidak hanya arca, peneliti juga menemukan stupika atau miniatur stupa dari tanah liat bakar yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 Masehi.
Dalam tradisi Buddha, stupika merupakan benda ritual keagamaan yang biasa ditemukan di kawasan pemujaan.
“Penemuan ini menjadi petunjuk penting bahwa Bawean kemungkinan pernah memiliki komunitas bercorak Hindu-Buddha,” ujar Buang, pemerhati sejarah Bawean.
Seluruh artefak tersebut kini tersimpan di Museum Sunan Giri, Gresik.
Dalam catatan sejarah, Pulau Bawean juga disebut dengan nama “Buwun” dalam Kakawin Negarakertagama. Penyebutan itu menandakan Bawean telah lama masuk dalam jalur pelayaran penting Nusantara.
Posisi strategis Bawean di tengah Laut Jawa memungkinkan pulau tersebut menjadi tempat singgah para pedagang dan penyebaran budaya pada masa lampau.
Sejumlah pihak menilai penemuan artefak Hindu-Buddha di Bawean perlu ditindaklanjuti dengan penelitian arkeologi yang lebih mendalam untuk mengungkap sejarah pulau tersebut secara utuh.
Selain bernilai sejarah, temuan tersebut juga dinilai memiliki potensi besar sebagai pengembangan wisata edukasi dan budaya di Pulau Bawean.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

