BREAKING NEWS

Pemancing Asal Kepuhlegundi Diduga Hilang di Pelabuhan Bawean, Pencarian Dilanjutkan Besok

Tim gabungan melakukan pencarian terhadap korban yang diduga jatuh saat memancing di kawasan Pelabuhan Bawean, Jumat (1/5/2026). (Foto: kabarbawean)

kabarbawean.com - Muhammad Albab (40), yang dikenal dengan sapaan Mok-mok, warga Dusun Sungaiolo, Desa Kepuhlegundi, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, diduga hilang saat memancing di kawasan Pelabuhan Bawean, Jumat (1/5/2026) petang.

Hingga Jumat malam, korban belum ditemukan. Tim gabungan dari Polsek Sangkapura, Kamladu, Satpolair, Syahbandar, dan relawan menghentikan sementara pencarian dan akan melanjutkannya pada Sabtu pagi.

Mamat, salah seorang warga yang berada di lokasi, menuturkan bahwa sekitar pukul 17.30 WIB dirinya sedang berbincang dengan petugas Syahbandar dan anak buah kapal (ABK). Saat itu, ia mendapat informasi dari pemancing lain bahwa Muhammad Albab datang ke pelabuhan sekitar pukul 16.00 WIB untuk memancing seorang diri di sisi barat dermaga.

"Awalnya ada pemancing di sisi timur yang merasa curiga karena hanya melihat sepeda motor, alat pancing, dan rokok, sementara orangnya tidak ada,"
ujar Mamat.

Merasa ada yang tidak beres, Mamat bersama warga lainnya segera mendatangi lokasi dan melakukan pencarian di sekitar area pelabuhan, termasuk memeriksa kamar mandi. Namun, korban tidak ditemukan.

"Setelah mendapat informasi tersebut, saya langsung menuju lokasi. Kami mencari di sekitar dermaga, termasuk memeriksa kamar mandi pelabuhan, tetapi korban tidak ditemukan,"
ungkapnya.

Tak lama kemudian, tiga anak yang sedang memancing mengaku sempat melihat sesuatu menyerupai dua kaki di perairan sekitar dermaga. Namun, saat diperiksa, keberadaan korban tetap belum diketahui.

"Tak lama kemudian, ada tiga anak yang sedang memancing mengaku melihat sesuatu seperti dua kaki di perairan sekitar dermaga. Saya langsung mengecek ke lokasi tersebut, tetapi saat diperiksa sudah tidak terlihat apa-apa,"
bebernya.

Sekitar pukul 18.34 WIB, Mamat kemudian menghubungi ayahnya H. Makmang untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Abi selanjutnya datang ke lokasi dengan membawa peralatan selam.

"Setelah saya telepon, Abi datang ke lokasi dengan membawa peralatan selam dengan inisiatifnya sendiri,"
katanya.

Kapolsek Sangkapura, IPTU Andik Asworo, membenarkan adanya laporan dugaan orang hilang di sekitar Pelabuhan Bawean.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, tim terpadu dari Polsek Sangkapura, Kamladu, Satpolair, Syahbandar, dan relawan masih berupaya melakukan pencarian di sekitar pelabuhan, baik di daratan maupun di perairan. Namun, hingga saat ini korban belum ditemukan,"
kata IPTU Andik saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Bripka Hendro Susanto yang berada di lokasi menjelaskan, pencarian dihentikan sementara karena kondisi air keruh akibat hujan.

"Pencarian tadi berlangsung sekitar satu setengah jam oleh tim gabungan bersama relawan penyelam. Karena kondisi air keruh akibat hujan, pencarian akan dilanjutkan besok,"
ujarnya.

Kepala Desa Kepuhteluk, Tamyiz, yang turut berada di lokasi hingga pencarian dihentikan sekitar pukul 22.30 WIB, mengatakan Muhammad Albab memang dikenal sering memancing di Pelabuhan Bawean.

“Beliau memang sering memancing di pelabuhan. Kami berharap korban segera ditemukan. Terkadang ia pulang berjalan kaki dan meninggalkan motornya karena pelupa. Ia juga merupakan penyandang disabilitas,”
  tuturnya.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Saiful Hasan