Musyker II MWCNU Lebak, Kiai Ruhan Tekankan Budaya Kerja yang Terencana
kabarbawean.com - Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lebak, Kiai Ruhan, menekankan pentingnya budaya kerja yang terencana dan terukur dalam menjalankan organisasi saat Musyawarah Kerja (Musyker) II MWCNU Lebak yang digelar di Madrasah Diniyah Ula (MDU) Raudlatur Jannah, Dusun Madhe, Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Ahad (31/5/2026).
Mengusung tema “Membangun Jam’iyyah yang Solid, Jamaah yang Produktif, dan Masyarakat yang Agamis”, Musyker II menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan program kerja organisasi untuk satu tahun ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Bawean, jajaran pengurus MWCNU Lebak, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-MWCNU Lebak, PAC GP Ansor Lebak, PAC Muslimat NU Lebak, PAC Fatayat NU Lebak, Ketua MUI Sangkapura, MWCNU Sangkapura, MWCNU Daun, serta PAC IPNU dan IPPNU Lebak.
Dalam sambutannya, Kiai Ruhan mengajak seluruh pengurus dan warga Nahdliyin untuk kembali menumbuhkan semangat dalam membesarkan serta meningkatkan kualitas tata kelola organisasi.
“Mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih bergairah lagi dalam membesarkan NU. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga Musyker II ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kemampuan pengurus dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi setiap program kerja secara berkelanjutan.
“Di NU mari kita tanamkan moto, rencanakan kerjamu, kerjakan rencanamu, laporkan hasilmu. Insyaallah kegiatan organisasi akan lebih maju dibanding organisasi yang lain. Harapan saya, bagaimana kita bersama-sama bisa membesarkan NU,” tegasnya.
Selain agenda musyawarah kerja, panitia juga menggelar khitanan massal gratis sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Ketua Panitia Musyker II MWCNU Lebak, Kiai Ilyas, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Selain agenda Musyker II MWCNU Lebak, kami juga mengadakan khitanan massal gratis sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian NU kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan NU yang semakin dekat dengan umat,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Bawean, KH Fauzi Rauf, yang sekaligus membuka secara resmi Musyker II MWCNU Lebak, mengapresiasi pelaksanaan forum tersebut sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban organisatoris dalam tubuh Nahdlatul Ulama.
“Saya mengucapkan terima kasih karena MWCNU Lebak telah melaksanakan kewajiban organisatoris. Musyker ini merupakan forum untuk menyusun rencana kerja satu tahun ke depan,” ujarnya.
KH Fauzi menegaskan bahwa administrasi menjadi salah satu indikator utama sehat dan hidupnya sebuah organisasi.
“Dalam organisasi, administrasi itu penting. Tanda organisasi hidup adalah ketika administrasinya berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pembahasan dalam Musyker tetap mengacu pada hasil konferensi MWCNU sebelumnya serta fokus pada program-program prioritas yang dapat memberikan dampak nyata bagi warga Nahdliyin.
Lebih lanjut, KH Fauzi mendorong MWCNU Lebak untuk mengembangkan sektor ekonomi keumatan melalui program-program strategis yang sesuai dengan potensi wilayah setempat.
“Saya berharap di MWCNU Lebak juga ada BMTNU seperti di Tambak. BMTNU Tambak mendapatkan apresiasi dari PWNU Jawa Timur. Saya berharap ada keputusan-keputusan strategis yang dapat mengembangkan NU, baik di bidang ekonomi maupun bidang lainnya sesuai dengan potensi yang dimiliki MWCNU Lebak,” tuturnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

