BREAKING NEWS

KUPP Kelas III Bawean dan Poltekpel Surabaya Perkuat SDM Maritim, 1.014 Peserta Ikut DPM Sejak 2023

Peserta bersama jajaran KUPP Kelas III Bawean, Politeknik Pelayaran Surabaya, serta unsur Forkopimcam berfoto usai penyematan tanda peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Program BST, AFF, dan SAT Angkatan III Tahun 2026 di Aula KPRI Nusa Indah Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, Senin (18/5/2026). (Foto: kabarbawean)

kabarbawean.com - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean bersama Politeknik Pelayaran Surabaya terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) maritim di Pulau Bawean melalui program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM).

Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui pembukaan DPM Program Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), dan Security Awareness Training (SAT) Gelombang IV Angkatan III Tahun 2026 di Aula KPRI Nusa Indah Sangkapura, Kabupaten Gresik, Senin (18/5/2026).

Kegiatan itu dihadiri Kepala KUPP Kelas III Bawean beserta jajaran, perwakilan Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya, Ketua Pelaksana DPM Politeknik Pelayaran Surabaya Angkatan III Tahun 2026, Camat Sangkapura, Camat Tambak, Danramil Sangkapura, Kapolsek Sangkapura, Kepala BMKG Bawean, Kepala UPT PPR Lamongan, Kepala UPT Dinas Perhubungan Bawean, Kepala SROP Wilayah Bawean, Komandan Pos Kamladu, Kapolairud Bawean, hingga Ketua Pengurus KPRI.

Kepala KUPP Kelas III Bawean, Pajudin, S.AP, M.AP., mengatakan program DPM merupakan bentuk nyata perhatian dan komitmen Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan kualitas SDM di bidang pelayaran dan keselamatan kerja di laut.

“Melalui kegiatan ini para peserta diharapkan memperoleh tambahan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman dari materi yang akan disampaikan oleh pengajar profesional,” ujarnya.

Kepala KUPP Kelas III Bawean, Pajudin, S.AP, M.AP., memberikan sambutan saat pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Program BST, AFF, dan SAT Angkatan III Tahun 2026. (Foto: kabarbawean)

Menurutnya, pelaksanaan DPM di Bawean pertama kali digelar pada tahun 2023 sebagai hasil kerja sama antara KUPP Kelas III Bawean dengan Politeknik Pelayaran Surabaya guna meningkatkan daya saing masyarakat kepulauan.

“Diklat ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah kepulauan, khususnya dalam bidang keselamatan dan kompetensi kelautan,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2023 hingga 2026 jumlah peserta DPM di Bawean telah mencapai 1.014 orang. 

“ Dari tahun 2023 hingga 2026  jumlah peserta DPM di Bawean telah mencapai 1.014 orang. Rinciannya, sebanyak 297 peserta pada 2023, 335 peserta pada pelaksanaan pertama tahun 2024, 232 peserta pada gelombang berikutnya di tahun 2024, serta 150 peserta pada pelaksanaan tahun 2026.Semoga tahun-tahun yang akan datang Diklat Pemberdayaan Masyarakat bisa kembali dilaksanakan di Pulau Bawean dengan kuota yang lebih banyak,” ucapnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta nantinya akan memperoleh tiga sertifikat kompetensi pelayaran, yakni BST, AFF, dan SAT yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja sektor maritim.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pengalaman, wawasan, dan keterampilan yang nantinya dapat diterapkan di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan DPM tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, aparat keamanan, tokoh masyarakat, pondok pesantren, serta seluruh stakeholder yang terus bersinergi mendukung kemajuan masyarakat Bawean.

“Kami berharap kegiatan ini mampu membuka peluang kerja baru, meningkatkan kompetensi masyarakat, serta menumbuhkan semangat belajar dan pengembangan diri,” imbuhnya.

Ketua Penyelenggara Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Politeknik Pelayaran Surabaya Angkatan III Tahun 2026, Azis Nugroho, saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan DPM di Aula KPRI Nusa Indah Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik. (Foto: kabarbawean)

Sementara itu, Ketua Penyelenggara DPM Politeknik Pelayaran Surabaya Angkatan III Tahun 2026, Azis Nugroho, menegaskan pentingnya keselamatan kerja di atas kapal guna mewujudkan zero accident di dunia pelayaran.

“Keselamatan kerja di atas kapal merupakan prioritas utama sehingga nantinya diharapkan tercipta zero accident di dunia pelayaran,” ujarnya.

Menurut Azis, melalui Basic Safety Training para peserta dibekali keterampilan dasar terkait keselamatan, penanganan kebakaran, hingga pertolongan pertama di atas kapal.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya karena ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan,” katanya.

Peserta bersama jajaran KUPP Kelas III Bawean, Politeknik Pelayaran Surabaya, dan unsur Forkopimcam berfoto bersama usai pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Angkatan III Tahun 2026. (Foto: kabarbawean)

Dukungan terhadap pelaksanaan DPM juga disampaikan Camat Sangkapura, Umar Junid, yang menilai program tersebut membuka peluang kerja bagi masyarakat Bawean.

“Saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang membuka peluang bagi masyarakat Bawean dalam dunia kerja,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Tambak yang berharap kuota peserta DPM untuk masyarakat Bawean dapat ditambah pada pelaksanaan tahun mendatang.

Sementara salah satu peserta, Riyan Nurul Hidayat, mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut.

“Alhamdulillah saya dapat mengikuti diklat ini. Saya ucapkan terima kasih kepada penyelenggara Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini. Saya berharap ilmu yang didapat nantinya bisa kami manfaatkan di dunia kerja,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Saiful Hasan