BREAKING NEWS

Desa Patarselamat, Desa Purba nan Ramah di Jantung Pulau Bawean

Gapura Desa Patarselamat, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean Gresik. (Foto:kabarbawean)

kabarbawean.com - Pulau Bawean tidak hanya dikenal dengan pesona baharinya, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah dan potensi alam yang tersebar di sejumlah wilayah pedesaan. Salah satunya adalah Desa Patarselamat yang berada di Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Desa ini menjadi gambaran harmonis antara warisan budaya masa lampau dan bentang alam pegunungan yang masih asri. Selain memiliki sejarah unik, Patarselamat juga dikenal dengan potensi wisata alam dan jejak purbakala yang menarik perhatian peneliti.

Filosofi Nama Patarselamat

Nama Patarselamat berasal dari kearifan lokal masyarakat Bawean yang dikenal ramah terhadap pendatang. Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, kata “Patar” berasal dari ungkapan bahasa Bawean “e patare edi” yang bermakna “dipersilakan”.

Kata tersebut kemudian dipadukan dengan kata “selamat”, sehingga nama Patarselamat dimaknai sebagai bentuk ucapan selamat datang sekaligus doa agar setiap tamu yang datang memperoleh keselamatan, keamanan, dan ketenangan selama berada di wilayah tersebut.

Kondisi Geografis dan Pembagian Dusun

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Gresik, Desa Patarselamat memiliki luas wilayah sekitar 10,42 kilometer persegi. Wilayahnya didominasi kawasan perbukitan yang subur dengan sumber air yang melimpah.

Untuk mempermudah pelayanan pemerintahan dan pengelolaan wilayah, Desa Patarselamat terbagi menjadi delapan dusun, yakni:

  • Dusun Kuduk-Kuduk dengan jumlah penduduk sekitar 560 jiwa
  • Dusun Gunungduren sebanyak 252 jiwa
  • Dusun Disallam sebanyak 234 jiwa
  • Dusun Pamasaran sebanyak 215 jiwa
  • Dusun Gunungmalang sebanyak 210 jiwa
  • Dusun Cokel sebanyak 130 jiwa
  • Dusun Bungaran sebanyak 118 jiwa
  • Dusun Gunung-Gunung sebanyak 113 jiwa

Menyimpan Jejak Purbakala

Di balik suasana pedesaan yang tenang, Patarselamat juga menyimpan nilai sejarah dan arkeologi. Di kawasan perbukitan Dusun Gunungmalang, pernah ditemukan gua alam yang diduga menyimpan jejak kehidupan manusia purba.

Dari lokasi tersebut, peneliti menemukan serpihan alat batu berbahan chalcedon serta fosil karang laut purba. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas manusia masa lampau dan proses geologi yang pernah terjadi di Pulau Bawean.

Potensi Wisata Alam

Selain memiliki nilai sejarah, Desa Patarselamat juga dikenal dengan potensi wisata alamnya. Salah satu destinasi yang cukup dikenal masyarakat adalah Air Terjun Patarselamat atau yang juga disebut Air Terjun Kuduk-Kuduk.

Air terjun dengan ketinggian sekitar 12 meter itu berada di kawasan pedalaman Dusun Kuduk-Kuduk dan dikelilingi hutan yang masih alami. Suasana sejuk serta keberadaan satwa liar seperti kera ekor panjang dan ayam hutan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Pemerintah desa bersama masyarakat setempat terus mendorong pengembangan wisata berbasis lingkungan dengan tetap menjaga kelestarian alam dan situs sejarah yang ada di wilayah tersebut.

Dengan perpaduan sejarah purbakala, budaya lokal, serta panorama alam yang masih terjaga, Desa Patarselamat menjadi salah satu wilayah di Pulau Bawean yang menyimpan potensi besar untuk terus dikembangkan di sektor sejarah dan ekowisata.

Editor: Ahmad Faiz                        Reporter: Umi Oktafiyanah