Desa Kebontelukdalam Bawean Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Ayam Petelur
kabarbawean.com - Pemerintah Desa Kebontelukdalam, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, mengembangkan program ketahanan pangan melalui pemeliharaan ayam petelur yang didanai dari Dana Desa Tahun 2025.
Kepala Desa Kebontelukdalam menyampaikan, program tersebut direalisasikan dengan pengadaan 300 ekor ayam petelur. Untuk menunjang kegiatan itu, dibangun kandang berukuran panjang 15 meter dan lebar 6 meter di lahan milik Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Zainuddin. Kandang tersebut dilengkapi 65 unit kandang baterai dengan kapasitas maksimal hingga 500 ekor ayam.
“Secara kapasitas sebenarnya bisa menampung 500 ayam, hanya saja saat ini diisi 300 ekor, dengan variasi satu hingga dua ekor per kandang,” ujarnya.
Dari sisi anggaran, program ini awalnya dialokasikan sebesar Rp100 juta pada tahap pertama. Namun, setelah dilakukan kajian dan perbandingan dengan daerah lain, anggaran dinilai belum mencukupi sehingga dilakukan penambahan pada perubahan anggaran.
“Awalnya tahap satu sebesar Rp100 juta, tetapi setelah kami cari informasi dan hitung kebutuhan, anggaran tersebut kurang. Akhirnya pada perubahan tahap dua kami tambahkan Rp30 juta, sehingga total menjadi Rp130 juta,” bebernya.
Kepala desa menjelaskan, keterlambatan pengadaan ayam terjadi karena sejumlah faktor. Selain kehati-hatian dalam memastikan keberlanjutan program, saat itu juga terjadi wabah penyakit yang menyerang ternak ayam milik warga setempat.
“Kami sebenarnya sudah memesan sejak Desember dan rencana datang Januari. Namun karena banyak ayam warga yang mati akibat penyakit, kami memilih menunda agar program ini tidak gagal,” jelasnya.
Selain itu, kendala lain berupa keterlambatan pengiriman kandang besi dari luar daerah serta faktor cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi dan terganggunya transportasi laut ke Bawean.
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan usaha ternak ayam petelur ini diserahkan kepada kelompok yang telah ditetapkan melalui surat keputusan (SK), dengan melibatkan enam orang anggota.
Ke depan, pemerintah desa juga merencanakan pengembangan budidaya ikan lele di lahan sekitar kandang sebagai bentuk integrasi usaha. Kotoran ayam akan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk mendukung budidaya tersebut.
“Harapannya program ini bisa berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa,” imbuhnya.
Pendamping Lokal Desa, Abd Rauf, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Kebontelukdalam yang memilih kegiatan produksi dibandingkan hanya pembangunan sarana prasarana.
“Program ini sangat baik karena bersentuhan langsung dengan produksi pangan. Selama ini, banyak desa lebih fokus pada pembangunan sarana prasarana seperti jalan usaha tani, bukan pada kegiatan produksi,” ujar Pendamping Lokal Desa Abd Rauf, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, pengelolaan yang terstruktur sangat penting agar program ketahanan pangan dapat menghasilkan pendapatan asli desa (PADes) sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan, baik hewani maupun nabati.
“Pengelolaan yang terstruktur itu penting agar program ketahanan pangan bisa menghasilkan PADes sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan, baik hewani maupun nabati,” ungkapnya.
Menurutnya, wilayah Bawean yang merupakan kepulauan kerap menghadapi kendala distribusi pangan akibat faktor cuaca. Kondisi tersebut sering memicu kelangkaan dan kenaikan harga telur maupun daging ayam.
“Saya berharap desa-desa di Bawean mulai mengembangkan budidaya ayam petelur. Selama ini distribusi sering terganggu karena cuaca, sehingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga telur maupun ayam. Produksi pangan lokal harus ditingkatkan, tidak hanya fokus pada sarana prasarana atau pembagian bantuan tanpa pengelolaan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

