BREAKING NEWS

Tim Monev Tambak Soroti SOP Terkait Ayam MBG Bau Tidak Sedap, SPPG Namira Beri Klarifikasi

Tim monev Kecamatan Tambak Bawean saat melakukan Sidak di SPPG Namira Olle Naber (Foto:Istimewa)

kabarbawean.com - Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Tambak menyoroti penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul munculnya isu menu ayam bau tidak sedap yang sempat viral di masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Monev melakukan pengecekan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Namira Berkah Olle Naber pada Rabu (1/4/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Pemeriksaan difokuskan pada kualitas produksi serta sistem distribusi makanan.

Tim Monev yang dipimpin Sekretaris Camat Tambak, Supaji Alatas, bersama Plt Kasi Ekonomi Marjan, menekankan pentingnya perbaikan SOP, khususnya pada proses distribusi makanan.

“Kami rekomendasikan untuk SPPG memperketat pengawasan waktu jeda antara selesai masak hingga distribusi, maksimal 4 jam,” ujar Supaji.

Ia menegaskan evaluasi perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Apapun alasannya, kami minta evaluasi kepada SPPG Namira agar kejadian tidak terulang kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Namira Berkah Olle Naber, Riska Devina Azaria, memberikan klarifikasi terkait dugaan menu ayam bau tidak sedap. Ia menyebut kondisi tersebut bukan disebabkan makanan basi, melainkan proses marinasi bumbu yang terlalu lama.

“Yang beredar tersebut dengan kata ayam bau dikarenakan bumbu marinasi yang terlalu lama, sehingga menimbulkan bau yang menyengat,” jelasnya.

Ia memastikan makanan yang didistribusikan masih dalam kondisi layak konsumsi.

“Pengecekan sudah dilakukan di empat sekolah dan menu bisa dikonsumsi,” tambahnya.

Sebelumnya, keluhan datang dari sejumlah sekolah penerima manfaat program MBG. Salah satu wali murid, Ira, mengaku anaknya menerima menu ayam dengan aroma tidak sedap.

“Anak saya yang TK dapat ayam bau, terus yang MI juga dapat ayam bau. Di sekolah anak saya Pekalongan juga dapat dari Namira dan basi dari SPPG Namira, TK DWP Tambak juga dapat ayam basi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Keluhan serupa disampaikan Kepala RA NU 03 Pekalongan, Hartini. Ia menyebut sebagian siswa mencium aroma tidak sedap hingga enggan mengonsumsi makanan.

“Iya, ayamnya ada yang berbau. Entah ayam, entah bumbunya. Anak-anak RA mencium bau tak sedap, hingga ada yang tidak dimakan. Pokoknya bau aroma yang tak bergairah, masakan ayamnya,” tuturnya.

Keluhan juga terjadi di UPT SD Negeri 383 Gresik, di mana menu ayam dilaporkan berbau dan tidak dikonsumsi sebagian siswa.

Hasil monitoring menyimpulkan bahwa pelaksanaan program secara umum masih terkendali. Namun, tim menilai perlu adanya perbaikan pada sistem produksi dan distribusi guna menjaga kualitas makanan.

Sebagai langkah lanjutan, Tim Monev Kecamatan Tambak akan melakukan evaluasi berkala melalui inspeksi mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan.

Pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan dengan pengawasan lebih ketat. Sementara itu, pihak pengelola menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi tim guna menjaga kualitas makanan dan kepercayaan masyarakat. 

Editor: Ahmad Faiz                                Reporter: Saiful Hasan