Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Diponggo Bawean, Bantu Wujudkan Lingkungan Bersih
![]() |
| M. Said, petugas PTSP Bawean, saat berada di samping mesin konveyor sampah. (Foto: kabarbawean) |
kabarbawean.com - Keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Fasilitas yang telah beroperasi hampir dua tahun ini dinilai berhasil membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, termasuk kawasan pesisir yang kini semakin terbebas dari sampah.
TPST Diponggo dilengkapi berbagai sarana penunjang, mulai dari mesin conveyor, dua unit tosa, satu kendaraan roda empat, ruang petugas, gudang, timbangan tonase, hingga mesin pengolah abu sisa pembakaran yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan paving.
Petugas TPST Bawean, M Said, menjelaskan, operasional TPST didukung oleh 15 petugas yang bekerja melalui pihak ketiga. Setiap hari, volume sampah yang dikelola mencapai lebih dari satu ton.
"Sementara ini, petugas yang mengambil sampah-sampah dari rumah warga di Desa Diponggo, Kepuhteluk, dan Pajinggahan, Desa Tanjungori," ucapnya, Selasa (28/4/2026).
Selain sampah rumah tangga, petugas juga rutin membersihkan sampah yang berada di sepanjang pesisir.
"Selain di rumah, juga di bibir pantai yang biasanya juga kerap ditemukan sampah," sambungnya.
Setelah dikumpulkan, sampah kemudian diproses menggunakan mesin conveyor untuk dipilah berdasarkan jenisnya.
"Dari mesin tersebut, terpilah sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik, bisa dibuat pupuk tanaman. Sedangkan untuk non organik, dibakar ke dalam tungku yang sudah disediakan," jelasnya.
Menurut Said, sebagian sampah nonorganik, terutama plastik, masih harus dimusnahkan melalui proses pembakaran karena belum memiliki nilai jual atau belum ada pihak yang memanfaatkannya kembali.
"Yang bisa menambah nilai lebih, ya dari kardus, besi dan plastik atom yang bersedia mengambil dan membeli," ujarnya.
Ia berharap ada dukungan tambahan berupa tungku berkapasitas lebih besar dari pemerintah atau instansi terkait agar pengolahan sampah tetap optimal, khususnya saat musim hujan.
"Kalau musim hujan ya harus menunggu sampah kering untuk diolah," tambahnya.
Manfaat keberadaan TPST juga dirasakan langsung oleh warga. Salah seorang warga Desa Kepuhteluk, Bayquni, mengaku kondisi lingkungan kini jauh lebih bersih dibanding sebelumnya.
"Sekarang alhamdulillah sudah bersih, di rumah-rumah pinggir pantai juga bersih termasuk pantai juga," ungkapnya.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

