BREAKING NEWS

Syarifuddin Rauf: Investasi SDM Jadi Kunci Masa Depan Bawean dalam HBH Internasional 2026

H Syarifuddin Rauf saat hadir dalam puncak HBH Bawean International 2026 di Yogyakarta (Foto: Istimewa)

kabarbawean.com - Tokoh asal Bawean yang berkarier di Jakarta, H. Syarifuddin Rauf, menegaskan bahwa masa depan Pulau Bawean sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar penyelesaian persoalan teknis jangka pendek.

Hal tersebut ia sampaikan dalam momentum Halal Bihalal (HBH) Internasional 2026 di Yogyakarta yang mempertemukan warga Bawean dari berbagai daerah dan negara.

Menurutnya, forum lintas daerah dan diaspora tersebut seharusnya menjadi ruang untuk membahas strategi jangka panjang, terutama dalam menyiapkan SDM unggul sebagai investasi utama pembangunan Bawean.

"Sekarang proyeksinya jangan yang teknis-teknis, tapi yang strategis dibicarakan. Kalau teknis pasti konflik, misalnya contoh kapal. Yang terlibat orang bawean sendiri, mau dibicarakan dimana yang justru bagian dari masalah orang yang masih belum terdidik," ucapnya, usai acara HBH di Yogyakarta.

"Hal tersebut harus dihindari, kalau Bawean mau maju bicaranya 10-20 tahun ke depan. Investasinya harus SDM. Negara-negara maju itu investasinya di penguatan budaya sama pendidikan," sambungnya, Senin (13/4/2026).

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama. Termasuk membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda Bawean untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

"Skema itu harus diperbanyak. Misalnya Pak Jazil itu sudah bagus, tidak ada masalah. Tapi sekema lain juga opsi-opsinya harus banyak. Misalnya, anak-anak terbaik di SMA yang memang punya kemampuan kualitas bisa berkompetisi ke jenjang yang lebih tinggi misalnya ke UGM, UI, ITB, itu harus diperbanyak karena orang-orang begitu yang akan menaikkan porsi kualitas SDM Bawean," papar pria yang baru saja dipercaya menjadi salah satu pimpinan Baznas RI.

Syarifuddin juga menekankan pentingnya membangun jejaring pendidikan melalui kerja sama berkelanjutan dengan perguruan tinggi dan program beasiswa, termasuk keterlibatan sektor BUMN.

"Jangan hanya berkutat di Bawean, komunitas Bawean juga harus ada di Kampus ternama di Indonesia. Syukur bisa ada pendidikan yang sudah punya ikatan dari perusahaan BUMN maupun lainnya," ujarnya.

Lebih jauh, ia mendorong penguatan kompetensi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sebagai kebutuhan utama di era Revolusi Industri 4.0.

"Harus didorong ke pengetahuan tersebut, kalau tidak, ya seperti itu-itu saja. Warga Bawean, kesannya kerja kapal, kerja kasaran ke luar Negeri. Sudah waktunya, kita menyiapkan SDM yang punya kualifikasi pengetahuan dan kemampuan terbaik di bidangnya. Hingga bisa menjadi profesional di dalam maupun luar negeri," pungkasnya.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Saiful Hasan