BREAKING NEWS

Pertamina Lubricants Perkuat Kemandirian Nelayan Sungairujing Lewat Bengkel Sahabat Nelayan

Zaenal Abidin, Kepala Desa Sungairujing, menyampaikan sambutan saat Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Program Bengkel Sahabat Nelayan di Balai Desa Sungairujing Bawean. (Foto: kabarbawean)

kabarbawean.com - PT Pertamina Lubricants bersama Pemerintah Desa Sungairujing menggelar sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kelompok Nelayan Desa Sungairujing, Selasa (28/4/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sungairujing itu membahas keberlanjutan Program Bengkel Sahabat Nelayan yang telah berjalan sejak 2023.

FGD tersebut dihadiri Kepala Desa Sungairujing Zaenal Abidin, Ketua Kelompok Nelayan Gun, Kepala Dusun Tajung Mukri, Kepala Dusun Bukkul Syahrul, pemilik Bengkel 3 Bersaudara Rizal, serta delapan perwakilan anggota kelompok nelayan. Dari PT Pertamina Lubricants, hadir tim CSR yang terdiri atas Uhad Afras Ilzamil Haq, Mada Ari Fadhilah, Farah Munaf, dan Sinta Dewi Wahyuni.

Kepala Desa Sungairujing, Zaenal Abidin, menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Pertamina Lubricants yang terus mendampingi masyarakat nelayan sejak tiga tahun terakhir.

"Saya sebagai Kepala Desa Sungairujing mengucapkan terima kasih kepada CSR Pertamina Lubricants yang sejak 2023 membantu masyarakat Sungairujing, khususnya nelayan, hingga hari ini secara berkelanjutan," ujar Zaenal.

Ia menilai Program Bengkel Sahabat Nelayan telah memberikan manfaat nyata bagi nelayan, terutama dalam kemudahan perawatan mesin kapal dan pemenuhan kebutuhan operasional melaut.

"Saya mendukung penuh Program Bengkel Sahabat Nelayan yang telah memberikan kemudahan kepada nelayan dalam servis, ganti oli secara gratis, serta berbagai kebutuhan lainnya agar nelayan bisa lebih sejahtera," katanya.

Dalam forum tersebut, Zaenal juga mengungkapkan bahwa Bengkel Sahabat Nelayan yang sebelumnya beroperasi di Dusun Tajung sempat vakum akibat tidak tersedianya tenaga mekanik.

"Bengkel sempat tidak beroperasi karena tidak ada tenaga mekanik yang menangani," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, perwakilan PT Pertamina Lubricants, Mada Ari Fadhilah, menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan program tersebut tetap berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat pesisir.

"Harapan kami, Bengkel Sahabat Nelayan dapat kembali beroperasi dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan di Sungairujing," ujar Mada.

Ia juga menjelaskan konsep Corporate Shared Value (CSV) dan Non-CSV sebagai bagian dari penguatan pemahaman peserta terkait keberlanjutan program.

Berdasarkan hasil FGD, kelompok nelayan menyepakati pemindahan sekaligus penggabungan Bengkel Sahabat Nelayan ke Bengkel 3 Bersaudara.

"Kami sepakat bengkel dipindahkan ke Bengkel 3 Bersaudara agar pelayanan kepada nelayan lebih optimal," Ungkap salah satu nelayan di forum.

Uhad Afras Ilzamil Haq dari Tim CSR PT Pertamina Lubricants menyampaikan paparan saat Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Program Bengkel Sahabat Nelayan di Balai Desa Sungairujing, Selasa (28/4/2026). (Foto: KabarBawean)

Uhad Afras Ilzamil Haq menjelaskan, program tersebut sejak awal dirancang sebagai wadah bagi nelayan untuk melakukan servis mesin, penggantian oli, sekaligus menjadi tempat berkumpul.

"Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2023. Awalnya bengkel di Dusun Tajung cukup ramai, melayani servis motor dan kebutuhan lainnya. Namun, sejak tahun lalu mulai sepi karena tidak ada montir," jelas Uhad.

Menurutnya, relokasi menjadi langkah strategis agar layanan dapat kembali berjalan maksimal.

"Kami merencanakan eskalasi dengan memindahkan ke Bengkel 3 Bersaudara. Sistemnya tetap sama, yakni menjadi tempat nelayan melakukan servis, ganti oli, sekaligus wadah berkumpul," tambahnya.

Untuk jangka panjang, Pertamina Lubricants berkomitmen memberikan pendampingan secara berkala kepada kelompok nelayan.

"Minimal dua kali dalam setahun, kami akan melakukan pendampingan ke Bawean, khususnya di Kecamatan Sangkapura," ujarnya.

Selain relokasi, para nelayan juga mengusulkan agar bengkel baru dilengkapi peralatan servis mesin kapal.

"Kami berharap bengkel nantinya memiliki peralatan servis mesin kapal sehingga perbaikan dapat dilakukan langsung di lokasi," ujar salah seorang perwakilan nelayan.

Tak hanya itu, nelayan juga berharap bengkel dapat menyediakan perlengkapan melaut seperti senar, jaring, mata pancing, timah pemberat, nikel, dan kebutuhan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 29 anggota kelompok nelayan didata untuk pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA).

"Pendataan ini dilakukan agar kebutuhan kelompok nelayan dapat teridentifikasi dengan jelas sekaligus memperkuat organisasi nelayan," kata Uhad.

Kegiatan ditutup dengan sosialisasi product knowledge oleh Sinta Dewi Wahyuni yang memperkenalkan platform digital Dr. Lube. Platform tersebut dapat dimanfaatkan nelayan maupun pemilik bengkel untuk memastikan penggunaan oli sesuai spesifikasi mesin kapal dan kendaraan.

Sebagai tindak lanjut, PT Pertamina Lubricants akan melakukan monitoring terhadap hasil FGD serta memenuhi kebutuhan prioritas nelayan. Peresmian kembali Program Bengkel Sahabat Nelayan direncanakan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Saiful Hasan