BREAKING NEWS

Mie MBG Ditemukan Berulat di Bawean, Forkopimcam Rekomendasikan Pemusnahan dan Evaluasi

Forkopimcam Sangkapura menunjukkan sampel mie saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di dapur SPPG Bagas Bersaudara, Kamis (9/4/2026), menyusul temuan ulat pada menu MBG di Bawean. (Foto: Istimewa)

kabarbawean.com - Temuan ulat pada menu mie dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Bawean memicu keresahan di lingkungan sekolah dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 8 April 2026, saat makanan yang disediakan oleh SPPG Bagas Bersaudara dibagikan kepada para penerima manfaat. Sejumlah siswa dilaporkan menemukan ulat pada menu mie yang disajikan.

Menindaklanjuti kejadian itu, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sangkapura melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) pada Kamis, 9 April 2026.

Camat Sangkapura, Umar Junid, menyampaikan bahwa permasalahan diduga berasal dari bahan mie yang digunakan. Dalam kegiatan tersebut, Forkopimcam bersama tim medis dari UPT Puskesmas Sangkapura, Polsek, dan Koramil turut melakukan pemeriksaan.

Kepala UPT Puskesmas Sangkapura, drg. Syaiful Umami, membenarkan temuan tersebut sekaligus menyampaikan sejumlah rekomendasi hasil monev.

“Benar, mie yang ditemukan terdapat ulat. Kami merekomendasikan yakni, memusnahkan sisa mie yang ada, tidak menggunakan merek mie tersebut, memastikan bahan yang masuk ke dapur MBG higienis melalui proses sortir sebelum dimasak, dan terakhir kami merekomendasikan melakukan pengecekan kelayakan makanan sebelum didistribusikan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Ke depan, kami harap lebih teliti agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.

Sebelumnya Salah satu siswa, Filza, kelas V MINU 22 Al Falah, mengaku melihat langsung kondisi tersebut.

“Iya, ada ulatnya. Teman saya juga menemukannya,” ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan wali murid, Nur Muharramah. Ia menyebut temuan tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi.

“Dari SPPG Bagas Bersaudara, hampir semua, sepertinya. Di tempat saya, Pudakit Barat dan Pudakit Timur juga,” katanya.

Video terkait temuan tersebut diunggah oleh akun TikTok @mediabawan pada Rabu, 8 April 2026, dengan durasi 1 menit 16 detik. Dalam video itu terlihat sajian mi yang diduga mengandung ulat.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan warganet di media sosial. Tak hanya di TikTok, video itu juga ramai dibagikan di berbagai grup WhatsApp masyarakat Bawean. Warga saling meneruskan video tersebut disertai beragam komentar dan kekhawatiran terkait kualitas makanan yang diterima siswa.

Temuan ini kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Salah satu akun, @diadhafa, menuliskan, “semua yang dapat dari sppg bagas ada ulatnya semua, mienya busuk,” tulis diadhafa.

Sementara akun lain, @das.powerindo_91, menilai persoalan tersebut bukan pada programnya, melainkan pada pelaksana di lapangan.

“sebenarnya yang salah bukan program MBG ya tapi yang salah SDM yang bertugas di tempat itu jadi seharusnya yang bertanggung jawab adalah SPPG bagas bersaudara,” tulisnya.

Editor: Ahmad Faiz                        Reporter: Saiful Hasan