BREAKING NEWS

Mengenal Dajjal, Fitnah Terbesar Akhir Zaman yang Wajib Diwaspadai Umat Islam

Gambar Ilustrasi

kabarbawean.com - Pembahasan tentang Dajjal kembali menjadi perhatian dalam berbagai kajian keislaman, khususnya yang mengulas tanda-tanda akhir zaman. Sosok ini diyakini sebagai fitnah terbesar yang akan dihadapi umat manusia menjelang hari kiamat.

Secara bahasa, Dajjal berasal dari kata dajala yang berarti berbohong, menutupi, merancukan, atau memalsukan. Sementara “dajjal” merupakan bentuk mubalaghah yang menunjukkan makna kebohongan yang sangat besar, atau penipu ulung hingga orang yang ditipu tidak menyadari dirinya telah tertipu.

Pengertian Dajjal dalam Istilah

Dalam literatur Islam, Dajjal dijelaskan sebagai berikut:

رجل اعور كذاب من بني ادم يخرج في اخر الزمان فتنة للناس و ابتلاء لهم بما يجريه الله على يديه من العجائب و خوارق العادات

Artinya, seorang laki-laki bermata satu (buta sebelah kanan), pendusta besar dari keturunan Nabi Adam, yang muncul di akhir zaman sebagai fitnah dan ujian bagi manusia melalui berbagai keajaiban yang Allah izinkan terjadi pada dirinya.

Pengertian ini sejalan dengan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa Dajjal adalah manusia. Adapun ciri fisik seperti mata satu dan tulisan “ka-fa-ra” di dahi, oleh sebagian ulama dimaknai secara simbolis yakni menggambarkan sosok yang sepenuhnya berorientasi dunia dan jauh dari nilai-nilai keimanan.

Tulisan tersebut dapat “dibaca” oleh setiap mukmin, baik yang mampu membaca maupun tidak, yang dimaknai sebagai tampaknya sifat kekafiran secara jelas dalam perilakunya.

Fitnah Besar di Akhir Zaman

Karakter penipu, ambisi duniawi, dan kekafiran bukanlah hal baru dalam sejarah manusia. Namun, Dajjal bukan sekadar penipu biasa. Ia memiliki kemampuan luar biasa dan kekayaan melimpah yang membuatnya dikagumi sekaligus diikuti banyak orang.

Dengan kekuatan itu, Dajjal mampu mengendalikan manusia yang patuh akan diberi kemudahan hidup, sementara yang menolak akan menghadapi kesulitan bahkan kehancuran.

Di sinilah letak beratnya ujian. Manusia dihadapkan pada pilihan antara dunia dan akhirat. Dalam kondisi normal, Islam mengajarkan keseimbangan. Namun pada masa Dajjal, manusia dipaksa memilih salah satunya.

Kemampuan Dajjal dalam Riwayat

  • Sejumlah hadis menyebutkan kemampuan Dajjal, di antaranya:
  • Mampu “menurunkan hujan” dan “menumbuhkan tanaman” (HR. Muslim), yang dapat dimaknai sebagai kecanggihan teknologi.
  • Seolah-olah menghidupkan orang mati (HR. Bukhari dan Ibnu Majah), yang dalam riwayat lain dijelaskan sebagai tipu daya dengan bantuan setan (HR. Ahmad).
  • Bergerak sangat cepat seperti awan tertiup angin (HR. Muslim), yang dapat diartikan sebagai teknologi transportasi modern.
  • Memiliki “gunung roti” dan “sungai air” (HR. Bukhari-Muslim), yang ditafsirkan sebagai kekuatan ekonomi besar yang menguasai kebutuhan manusia.

Wilayah Kemunculan

Dalam beberapa riwayat, disebutkan wilayah kemunculan Dajjal, di antaranya:

  • Syam (meliputi Suriah, Palestina, Lebanon, dan Yordania)
  • Yaman
  • Khurasan (meliputi Iran, Afghanistan, hingga Asia Tengah)

Sebagian ulama kontemporer menafsirkan hal ini secara kontekstual sebagai simbol kekuatan global atau sistem besar yang memengaruhi dunia.

Pengikut Dajjal

Pengikut Dajjal disebut berasal dari berbagai kalangan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan berasal dari umat Islam yang tergoda oleh kepentingan dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Surga Dajjal adalah neraka dan nerakanya adalah surga. Airnya adalah api dan apinya adalah air.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

ليصحبن الدجال قوم و يقولون: انا لنصحبه و انا لنعلم انه كذاب، و لكنا انما نصحبه لنأكل من الطعام و نرعى من الشجر، و اذا نزل غضب الله نزل عليهم كلهم

Sungguh suatu kaum akan bersahabat dengan dajjal, dan mereka berkata : sesungguhnya kami berteman dengannya dan kami tahu bahwa dajjal adalah sangat pembohong/penipu, tetapi kami tetap bersahabat dengannya agar kami dapat makan dari makanannya, dan agar kami dapat memberi makan ternak kami dari pohon – pohonnya. Maka tatkala turun kemurkaan Allah, akan turun pula kepada mereka semuanya. 

Hadis ini menunjukkan bahwa sebagian pengikut Dajjal sebenarnya mengetahui kebohongannya, namun tetap mengikutinya demi kepentingan materi.

Dajjal Satu atau Banyak?

Dalam hadis disebutkan:

لا تقوم الساعة حتى يبعث دجالون كذابون...

(رواه البخاري)

Para ulama menjelaskan bahwa Dajjal utama hanya satu, namun akan muncul banyak “dajjal kecil” yang menjadi bagian dari sistem penyesatan.

Pentingnya Memahami Fitnah Dajjal

Dajjal merupakan fitnah terbesar sejak Nabi Adam hingga hari kiamat, sebagaimana sabda Nabi:

ما بين خلق ادم الى قيام الساعة امر اكبر من الدجال ...

(رواه مسلم)

ما بعث نبي الا انذر امته الأعور الكذاب ...

(رواه البخاري)

Setiap nabi telah memperingatkan umatnya tentang bahaya Dajjal.

Jassasah dan Simbol Pengintaian

Dalam kisah Tamim Ad-Dari, disebutkan adanya makhluk bernama Jassasah yang berperan sebagai “pengintai” yang menjaga keberadaan Dajjal. Secara bahasa, Jassasah berarti mata-mata, yang oleh sebagian ulama dimaknai sebagai simbol sistem pengawasan atau intelijen.

Cara Melindungi Diri

Nabi Muhammad SAW mengajarkan beberapa langkah untuk melindungi diri dari fitnah Dajjal, di antaranya:

  • Memohon perlindungan kepada Allah dalam setiap salat
  • Membaca Surah Al-Kahfi secara rutin
  • Memperkuat iman dan kedekatan kepada Allah
  • Memahami Al-Qur’an beserta tafsirnya
  • Menjauhi fitnah dan syubhat

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memahami peran Imam Mahdi, Nabi Isa AS, serta tanda-tanda akhir zaman lainnya.

Fitnah Dajjal merupakan ujian besar yang menuntut kesiapan iman dan ilmu. Oleh karena itu, umat Islam tidak cukup hanya mengetahui, tetapi juga harus memahami dan mengamalkan ajaran agama agar tidak mudah terjebak dalam berbagai bentuk penyesatan di akhir zaman.

Editor: Ahmad Faiz                     Reporter: Abd. Rauf