BREAKING NEWS

KRI Makassar Sandar di Bawean, Bank Indonesia Layani Penukaran Uang dan Edukasi Keuangan di Ponpes Hasan Jufri

Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 saat tiba di Pelabuhan Bawean, membawa tim Bank Indonesia (BI) dan TNI AL dalam rangka layanan penukaran uang serta edukasi keuangan kepada masyarakat. (Foto: Istimewa)

kabarbawean.com - Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Pulau Bawean, Jumat (24/4/2026), dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 yang diberangkatkan dari Komando Armada II (Koarmada II) Surabaya.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil.

Kepala Seksi Ekonomi Kecamatan Sangkapura menginformasikan, salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah layanan penukaran uang bagi masyarakat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Hasan Jufri, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura.

"Masyarakat dapat menukarkan uang tidak layak edar, seperti uang rusak dan lusuh, maupun uang pecahan kecil atau receh," ujarnya melalui telepon, Jumat (24/4/2026)

Sementara itu, Rektor Institut Hasan Jufri (Inhaf), Abdul Halim, menyambut baik kehadiran Bank Indonesia di Pulau Bawean. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang, tetapi juga membuka peluang edukasi keuangan bagi masyarakat, khususnya kalangan santri dan mahasiswa.

"Kami percaya kehadiran Bank Indonesia bukan hanya secara fisik, tetapi juga membawa nilai edukasi dan semangat kemandirian ekonomi bagi masyarakat, khususnya para santri dan mahasiswa," katanya.

Ia berharap kunjungan Bank Indonesia dapat membuka akses edukasi keuangan syariah, menumbuhkan kewirausahaan berbasis pesantren, serta menghadirkan program pembinaan ekonomi yang berkelanjutan di Pulau Bawean.

"Harapan saya, terbuka akses edukasi keuangan syariah bagi mahasiswa dan santri, tumbuhnya kewirausahaan berbasis pesantren, serta hadirnya program pembinaan ekonomi yang berkelanjutan di Pulau Bawean," pungkasnya.

Editor: Ahmad Faiz                Reporter: Saiful Hasan