BREAKING NEWS

Jajanan Khas Pulau Bawean, Kuliner Tradisional Berbasis Laut

Koncok-koncok, salah satu jajanan khas Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. (Foto:Istimewa)

kabarbawean.com - Pulau Bawean di Kabupaten Gresik tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan kuliner tradisional yang masih terjaga hingga kini. Sejumlah jajanan khas Pulau Bawean bahkan menjadi identitas lokal karena dibuat dari bahan utama hasil laut.

Ragam jajanan khas Pulau Bawean terus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah kepulauan di utara Gresik tersebut. Kuliner tradisional ini tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga mencerminkan budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Berdasarkan data dari situs resmi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik, sebagian besar jajanan khas Bawean berbahan dasar ikan laut dan nira aren yang diolah secara tradisional.

Salah satu jajanan yang paling dikenal adalah empek-empek Bawean yang memiliki ciri khas tersendiri. Berbeda dengan pempek pada umumnya, makanan ini menggunakan ikan tongkol sebagai bahan utama, sehingga menghasilkan rasa yang lebih kuat dan khas laut.

Tak hanya itu, masyarakat Bawean juga mengenal kerupuk petola, yakni kerupuk berbahan ikan dengan bentuk menyerupai jaring bulat pipih. Tekstur renyah dan rasa gurih membuat jajanan ini cukup diminati.

Produk tradisional lain yang tak kalah penting adalah ghule merah, yakni gula aren khas Bawean yang dibuat dari nira pohon aren. Gula ini menjadi bahan dasar berbagai jajanan tradisional di wilayah tersebut.

Sementara itu, ada pula koncok-koncok, olahan ikan yang dibungkus daun pisang, kemudian dikukus dan digoreng. Makanan ini memiliki cita rasa gurih dengan aroma khas yang berasal dari daun pisang.

Selain koncok-koncok, kerupuk ikan tongkol juga menjadi salah satu camilan favorit masyarakat. Kerupuk ini dibuat dari ikan tongkol segar hasil tangkapan nelayan setempat, sehingga memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan kerupuk pada umumnya.

Keberadaan jajanan khas ini dinilai tidak hanya sebagai konsumsi sehari-hari, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya Bawean yang perlu dilestarikan.

Dengan potensi kuliner yang dimiliki, Pulau Bawean dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kuliner berbasis tradisi lokal. Dukungan promosi dan pelestarian diharapkan dapat menjaga keberlanjutan jajanan khas tersebut di tengah perkembangan zaman.

Editor: Ahmad Faiz                        Reporter: Umi Oktafiyanah