Heboh! Video Mie MBG Diduga Berulat di Bawean Viral, Netizen Sorot SPPG Bagas Bersaudara
![]() |
| Mie dalam menu program MBG yang diduga terdapat ulat, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar di media sosial, Rabu (8/4/2026). (Foto: tangkapan layar TikTok @mediabawean) |
kabarbawean.com - Kabar mengejutkan datang dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Sebuah video yang memperlihatkan mie dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga bercampur ulat viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @mediabawan pada Rabu, 8 April 2026, dengan durasi 1 menit 16 detik. Dalam video itu, terlihat sajian mie yang diduga terdapat ulat di dalamnya. Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan menjadi perbincangan warganet.
Makanan tersebut diduga berasal dari dapur SPPG Bagas Bersaudara yang berlokasi di Dusun Buluar Selatan, Desa Bululanjanang, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.
Sejak diunggah, video itu langsung menuai berbagai komentar dari warganet. Berikut sejumlah tanggapan yang ditulis apa adanya:
@diadhafa: “semua yang dapat dari sppg bagas ada ulatnya semua, mienya busuk”
@das.powerindo_91: “sebenarnya yang salah bukan program MBG ya tapi yang salah SDM yang bertugas di tempat itu jadi seharusnya yang bertanggung jawab adalah SPPG bagas bersaudara.”
@driliaura: “tolong lebih teliti lagi buat para pengurus dapur MBG”
@waldy952: “kenapa Bagain dapur kok gak memperhatikan?”
@ibnu.kayim8: “kebodohan para petugas hanya mencari ke untungan yang lebih besar besar sudah lain cara berfikirnya.”
@siftitailor: “tutup saja”
Selain komentar warganet, keterangan juga datang dari siswa. Filza, siswa kelas 5 MINU 22 Al Falah, mengaku menemukan ulat dalam makanan tersebut.
“Iya, ada ulatnya. Teman saya juga ada ulatnya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Nur Muharramah, salah satu wali murid.
“Ia Bagas Bersaudara, hampir semua keknya. Kalau di tempat saya di Pudakit Barat sama Pudakit Timur,” katanya.
Upaya konfirmasi telah dilakukan dengan mendatangi lokasi dapur SPPG Bagas Bersaudara. Namun, pihak pengelola belum memberikan keterangan resmi. Saat ditemui, petugas di lokasi meminta untuk menunggu di lobi, namun hingga beberapa waktu tidak ada kejelasan.
Upaya menghubungi pihak penanggung jawab melalui sambungan telepon juga belum mendapat respons hingga berita ini ditayangkan.
Kasus ini menambah sorotan terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek pengawasan dan kualitas makanan. Masyarakat berharap ada evaluasi dan tindak lanjut dari pihak terkait guna memastikan keamanan konsumsi bagi para siswa.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan


