BREAKING NEWS

HBH Bawean International 2026 Targetkan 1.600 Peserta, Fokus Pendidikan, Ekonomi, dan Kepemimpinan

Screenshot pamflet halal bihalal bawean internasional (Foto:Istimewa)

kabarbawean.com - Halal Bihalal (HBH) Bawean International 2026 akan digelar pada 12 April 2026 di Yogyakarta dengan target kehadiran sekitar 1.600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Ketua panitia, Faisol, mengatakan undangan telah disebar ke berbagai wilayah, seperti Solo Raya, Yogyakarta, Tulungagung, Gresik, Bawean, Surabaya, Malang, Kediri, Jakarta, Jawa Barat, Papua, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Lombok, Belitung, Batam, hingga luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Australia.

“Update sementara dari koordinator daerah, yang akan hadir sudah sekitar 1.500 peserta,” kata Faisol saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (9/4/2026).

Sebelum pelaksanaan acara inti, panitia juga membuka penjaringan aspirasi melalui formulir daring bertajuk “Aspirasi Warga Bawean Dunia Menuju Sarasehan Bawean Jogja 2026”. Aspirasi tersebut akan dirangkum sebagai bahan diskusi dalam forum sarasehan.

Faisol menjelaskan, kegiatan HBH tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diarahkan pada langkah konkret memajukan Bawean melalui tiga fokus utama, yakni pendidikan, ekonomi, dan kepemimpinan.

“Goal akhirnya adalah memajukan Bawean. Tiga variabel yang harus sukses lebih dulu yaitu pendidikan, ekonomi atau bisnis, dan kepemimpinan,” ujarnya.

Untuk mendukung sektor pendidikan, panitia menghadirkan sejumlah akademisi asal Bawean, di antaranya Prof. Bahtiar Efendi, Prof. Ahmad Iqbal, dan Prof. Raden Sulaiman, yang dijadwalkan menjadi narasumber dalam sarasehan.

Sementara di bidang ekonomi, panitia mengundang sejumlah pengusaha asal Bawean yang telah sukses membangun usaha dari nol hingga memiliki omzet besar, seperti Ir. Asy’ari, Ahsanul Haq, dan Rifqi Firmansyah.

Adapun pada sektor kepemimpinan, diskusi akan menghadirkan tokoh seperti Dr. Jazilul Fawaid dan Dr. Samwil.

Faisol menambahkan, hasil sarasehan tidak akan berhenti pada diskusi, tetapi akan ditindaklanjuti melalui program pelatihan berkelanjutan, khususnya di bidang ekonomi dan kewirausahaan.

“Nanti akan ada pelatihan atau workshop entrepreneurship, bisa per tiga bulan atau sesuai kesepakatan. Peserta akan didampingi sesuai minat, seperti ritel, kontraktor, desain interior, perdagangan umum, hingga ekspor internasional,” katanya.

Ia berharap, melalui program tersebut akan lahir pengusaha-pengusaha baru asal Bawean, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga berkembang menjadi pelaku usaha besar.

“Harapannya muncul startup dan pengusaha baru dari Bawean yang bisa berkembang dan bersaing,” ujarnya.

Acara puncak HBH Bawean International 2026 pada 12 April 2026 akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan, penampilan seni budaya, serta deklarasi Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN).

Rangkaian acara juga diisi dengan syawalan, doa bersama, pelantikan pengurus Persatuan Saudagar Bawean (PSB), serta pertunjukan seni seperti samrah, hadrah, dan tari zapin. Selain itu, akan dilakukan penyerahan maskot sebagai simbol keberlanjutan persaudaraan Bawean lintas generasi.

Sehari sebelumnya, pada 11 April 2026, digelar sarasehan di Hotel Grand Tjokro Yogyakarta yang membahas isu pendidikan, ekonomi, kepemimpinan, serta peran strategis masyarakat Bawean dalam pembangunan.

Panitia berharap kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat Bawean di tingkat nasional maupun global.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Saiful Hasan