BREAKING NEWS

Di Tengah Keterbatasan, Orang Tua di Bawean Rawat Dua Anak Lumpuh Penuh Harap

Tolha dan Zaitun merawat anak mereka yang mengalami kelumpuhan di Dusun Tandel, Desa Bululanjang, Pulau Bawean, dengan penuh kasih dan harapan di tengah keterbatasan ekonomi. (Foto: kabarbawean)

kabarbawean.com - Sepasang suami istri di Dusun Tandel, Desa Bululanjang, Pulau Bawean, harus berjuang menghadapi cobaan berat setelah ketiga anak mereka mengalami kelumpuhan sejak usia dini. Anak pertama bahkan telah meninggal dunia.

Pasangan tersebut, Tolha (35) dan Zaitun (27), hidup dalam kondisi sederhana. Mereka merawat anak-anaknya dengan penuh kasih, meski keterbatasan ekonomi.

Anak pertama mereka, Alfiyatus Sa’adah, lahir pada 2019 dan mengalami kelumpuhan sejak bayi. Ia meninggal dunia saat berusia sekitar 11 bulan.

Kondisi serupa dialami anak kedua, Ahmad Muzammil (5). Ia didiagnosis mengalami penumpukan cairan di otak yang berdampak pada kondisi fisiknya hingga menyebabkan kelumpuhan.

Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan oleh keluarga, termasuk membawa Muzammil berobat hingga ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun, hingga kini kondisinya belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Saya sudah berusaha membawa Muzammil berobat ke beberapa rumah sakit hingga dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya, tetapi sampai sekarang belum juga sembuh,” ujar Zaitun sambil menggendong anak ketiganya.

Tak hanya itu, anak ketiga mereka, Khozinatul Jannah (2), juga mengalami kondisi serupa. Saat ini, kedua anak tersebut hidup dengan keterbatasan fisik dan membutuhkan perawatan intensif.

Zaitun mengaku selama masa kehamilan rutin melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Ia juga menyebut adanya kemungkinan faktor keturunan dalam kondisi yang dialami anak-anaknya.

“Saat saya hamil, saya selalu memeriksakan kondisi kehamilan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan, keluarga ini hanya memiliki satu harapan sederhana.

“Saya berharap anak saya bisa sehat seperti anak pada umumnya,” tutur Zaitun.

Zaitun diketahui merupakan ibu rumah tangga, sementara suaminya, Tolha, bekerja sebagai petani sekaligus buruh harian.

Kisah keluarga ini menjadi potret perjuangan orang tua dalam menghadapi ujian berat, sekaligus mengetuk kepedulian berbagai pihak untuk turut memberikan perhatian dan bantuan.

Editor: Ahmad Faiz                Reporter: Saiful Hasan