BREAKING NEWS

Dhurung Bawean Berstatus WBTB, Arkeolog Minta Kajian Komprehensif

Khairil Anwar saat menjadi pemateri di sesi sarasehan di Hotel Grand Tjokro, Yogyakarta (Foto:Istimewa)

kabarbawean.comPengetahuan tentang warisan budaya Dhurung Bawean dinilai masih perlu disosialisasikan secara luas serta dikaji lebih mendalam. Hal ini penting, terutama setelah Dhurung Bawean ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada 2024 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Bangunan tradisional yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen padi sekaligus ruang berkumpul masyarakat ini, disebut masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Khairil Anwar saat menjadi pemateri dalam rangkaian acara Halal Bihalal Bawean International di Yogyakarta, Sabtu (11/4/2026). Ia menegaskan bahwa Dhurung Bawean yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya harus dijaga dan dilestarikan.

"Dhurung Bawean sejak dua tahun ditetapkak WBTB, masih kurangnya tindak lanjut dari pemerintah maupun pihak terkait," ucapnya.

Menurutnya, langkah konkret yang perlu segera dilakukan adalah pendataan jumlah Dhurung yang masih tersisa di Pulau Bawean. Pasalnya, tidak sedikit bangunan Dhurung yang kini justru berpindah tangan dan dijual ke kolektor di berbagai daerah seperti Bali, Yogyakarta, hingga Belitung.

"Dari kejadian ini, kiranya sangat penting kepada pemerintah maupun lembaga yang punya konsen di bidang kebudayaan, bersama-sama melakukan pelestarian warisan budaya. Terutama tentang kajian komperhensif tentang Dhurung Bawean. Termasuk besaran Dhurung dengan luasan sawah yang dimiliki oleh pemilik dhurung," paparnya.

Selain itu, Khairil juga mendorong adanya agenda festival budaya Bawean sebagai upaya menjaga eksistensi budaya lokal, baik di daerah maupun di perantauan.

"Bisa setiap tahun dilakukan, dan ditampilkan di daerah perantauan untuk eksistensi budaya Bawean. Mulai dari Molod Bawean, Tari Zafin Madilingan, Kercengan. Beserta kuliner Bawean," jelasnya.

Diketahui, rangkaian Halal Bihalal Bawean International 2026 digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (11–12/4/2026). Kegiatan ini diawali dengan sarasehan yang mengangkat berbagai tema, mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi bisnis, hingga politik kepemimpinan.

Editor: Ahmad Faiz                        Reporter: Saiful Hasan