BREAKING NEWS

Yaumul Quds: Saatnya Umat Bangkit Membela Palestina dari Kezaliman

Seorang ibu Palestina menggendong balitanya yang menjadi salah satu korban serangan bom Israel di Gaza, Palestina. Foto:(Istimewa)

kabarbawean.com - Dalam kehidupan terkadang kita di hadapkan pada keadaan antara menolong orang yang zalim atau menolong orang yang terzalimi. Jika kita di tanya, pasti kita akan menjawab bahwa kita memilih menolong orang yang terzalimi. Tapi Nabi Muhammad SAW menyampaikan dalam haditsnya yang berbunyi :

 عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنْ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ

Tolonglah saudaramu yang zalim atau yang terzalimi. Maka seorang laki - laki berkata : Ya Rasulullah, saya akan membantunya jika dia adalah orang yang terzalimi, maka bagaimana pendapat engkau terhadap orang yang zalim, bagaimana cara aku menolongnya?...Rasulullah menjawab : kamu cegah dia dari kezalimannya karna hal itu satu bentuk pertolongan terhadap orang yang zalim.

Refleksi iman dan kemanusiaan di tengah penderitaan rakyat Palestina

Lalu bagaimana dengan konteks terzaliminya warga Palestina?...

Mempertimbangkan hadits di atas bagaimana kita menyikapinya?...

Terhadap warga negara Palestina jika kita masih punya hati nurani dan akal pikiran yang sehat maka kita pasti tahu secara fitrah kemanusiaan atau tuntutan agama untuk menolongnya. Tapi bagaimana bentuk pertolongan yang harus kita berikan?....

Tentunya tidak setiap kita bisa membantu secara militer untuk berhadap - hadapan melawan israel, amerika dkk, karena untuk itu butuh bekal pengetahuan, pengalaman, senjata, logistik dll yang mana itu semua tidak kita miliki.

Tapi setidaknya kita bisa melakukan 4 hal secara rutin dan konsisten untuk membantu, yaitu:

  1. Baikot terhadap produk - produk dagangan Israel, Amerika dkk dan menggunakan produk pengganti.
  2. Menyuarakan selalu dan senantiasa melakukan gerakan peduli Palestina apapun bentuknya serta melawan penyesatan opini terkait Palestina.
  3.  Berdonasi semampunya lewat jalur - jalur yang dapat di percaya.
  4. Senantiasa berdoa untuk kemenangan dan kemerdekaan negara Palestina.

Tragedi Palestina: Ketika Kezaliman Menjadi Realitas Harian

Lalu untuk suatu kaum yang menzalimi seperti orang - orang Israel, Amerika dkk bagaimana kita menyikapinya?...

Jika kita kembali kepada hadits di atas maka kita harus menolongnya juga yakni kita cegah mereka dari melakukan kezaliman. Salah satunya dengan membaikot produk -produknya agar bisa mengerem pembelian senjata atau bom untuk membunuh warga Negara Palestina.

Cuman masalahnya tidak sesederhana itu dan tidak mudah kita mencegahnya dari kezaliman yang sudah sudah dan sedang mereka lakukan. Mengapa?...

Salah satu faktornya karena mereka melakukan semua bentuk kezaliman itu menurut mereka adalah tuntutan “kitab suci yang mereka miliki”. Sehingga mereka tidak akan pernah merasa bersalah atau berdosa, bahkan mungkin mereka menganggap hal yang selama ini telah dan sedang mereka lakukan terhadap warga palestina adalah hal yang benar sesuai dengan teks kitab suci agama mereka dan mendapat pahala.

Ini bukan kezaliman biasa, ini adalah penjajahan, ini adalah pembasmian penduduk negara asli,ini adalah perampokan tanah, ini adalah pengusiran warga dari tanah dan rumah mereka sendiri, lebih dari itu mereka banyak melakukan pemerkosaan, mereka banyak melakukan penyiksaan yang sakitnya, pedihnya, kejamnya, dan sadisnya tiada duanya. Dengan dalih “Bumi yang di janjikan”.

Lalu dengan keyakinan dan kepercayaan orang - orang Israel seperti di atas,di mana ada celah kita bisa menghentikan perbuatan zalim mereka?

Allah SWT Berfirman :

قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِينَ أَعۡمَٰلًا ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ يُحۡسِنُونَ صُنۡعًا     

Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sesat/sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS.Al-Kahfi:103-104)

Orang - orang israel tidak bisa di cegah atau di hentikan dari kezaliman dahsyat mereka, terbukti selama ini banyak dari pemimpin negara  dan warga dunia yang mengecam dan mengutuk perbuatan mereka, tapi mereka tak bergeming dan tetap melanjutkan apa - apa yang sudah mereka kerjakan selama ini hanya intensitasnya saja yang naik turun.

Tidak cukup mereka akan mencaplok negara palestina dengan “Dalih Bumi Yang Di Janjikan” lebih dari itu mereka punya doktrin “Israel Raya” yakni wilayah kekuasaan israel yang mencakup beberapa negara di timur tengah bahkan lebih dari itu mereka merasa harus menguasai dunia demi menyambut juru penyelamat mereka “Al-Masihud Dajjal” untuk mencapai visi “Satu Dunia Satu Pemimpin” dan New World Order (Dunia Dengan Aturan Baru Tanpa Nilai - Nilai Ketuhanan). Mengerikan!

Tidak ada yang pantas bagi virus jahat dan kanker dunia ini kecuali perlawanan, mengalahkan,dan memusnahkan agar tidak semakin merajalela dan mendunia. Dan ini yang paling mereka khawatirkan yakni kesadaran warga dunia internasional untuk melawan dan memusnahkan mereka. Mereka senantiasa berjuang agar warga dunia selalu lalai dan alpa agar mereka dapat melanjutkan visi dan misi mereka.

Ujian Kepedulian Umat Islam terhadap Palestina

Tapi siapa atau adakah yang mampu melawan dan menghadang mereka untuk menghentikan kezaliman mereka?...

Atau biarkan saja mereka melanjutkan kezaliman mereka sehingga kita menjadi korban kezaliman mereka selanjutnya. Apakah harus seperti itu?...

Matilah israel!...

Matilah Amerika!...

Mendoakan kehancuran atau kemusnahan bagi sekelompok elit orang atau kaum yang zalim dan kafir ada contohnya dalam Al-qur’an, sebagaimana doa Nabiyallah Musa AS untuk Fir’aun dan pengikutnya.

وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَآ إِنَّكَ ءَاتَيۡتَ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَأَهُۥ زِينَةٗ وَأَمۡوَٰلٗا فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِكَۖ رَبَّنَا ٱطۡمِسۡ عَلَىٰٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ وَٱشۡدُدۡ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَلَا يُؤۡمِنُواْ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ 

Musa berkata: "Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan Kami - akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan Kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, Maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.

(QS.Yunus : 88)

Dan Doa Nabiyallah Nuh AS

وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا إِنَّكَ إِن تَذَرۡهُمۡ يُضِلُّواْ عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوٓاْ إِلَّا فَاجِرٗا كَفَّارٗا 

Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat ma'siat lagi sangat kafir. 

(QS.Nuh : 26-27)

Dan sesuai dengan hadits Nabi SAW yang berbunyi:

من دعا لظالم بالبقاء فقد أحب أن يعصى الله في أرضه

Barang siapa mendoakan panjang umur bagi orang zalim, maka berarti dia ingin agar Allah SWT di maksiati/di durhakai di muka bumiNya

Atau dalam artian yang lain dia ridha dengan perbuatannya si zalim dan ingin agar kezalimannya tetap berlanjut.

Selanjutnya, hendaknya pemimpin - pemimpin kita itu sebisa mungkin tidak punya hubungan dengan penguasa Israel dan Amerika yang zalim.

Maimun bin mahran menyampaikan nasehat yang patut di perhatikan bahwa di dalam berteman dengan Penguasa yang zalim terdapat 2 macam bahaya; jika kamu mematuhinya, maka akan membahayakan agamamu. Dan jika kamu mendurhakainya, maka kamu akan membahayakan dirimu, sedangkan keselamatan adalah kamu tidak mengenalnya, dan diapun tidak mengenalmu.

Terhadap orang - orang islam yang acuh tak acuh terhadap persoalan orang - orang islam palestina atau dunia muslim internasional.

Ada 2 hal yang perlu kita perhatikan, yakni:

Pertama, Marilah kita simak beberapa Sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini :

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ 

Orang islam adalah saudara bagi orang islam lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya terzalimi

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Dari Abu Musa r.a, dari Nabi saw bersabda: “Orang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan. Dan beliau (mendemontrasikannya dengan cara) menyilangkan jari jemari beliau”. (HR. Bukhori).

مثلُ المؤمنين في تَوادِّهم ، وتَرَاحُمِهِم ، وتعاطُفِهِمْ . مثلُ الجسَدِ إذا اشتكَى منْهُ عضوٌ تدَاعَى لَهُ سائِرُ الجسَدِ بالسَّهَرِ والْحُمَّى

Perumpamaan orang mukmin dalam hal saling mencinta, saling mengasihi dan saling menyayangi seperti perumpamaan satu tubuh yang apabila sebagian anggota badan sakit maka seluruh badan ikut merasakan sakit, tidak bisa tidur dan terasa demam

Kalau memperhatikan sabda - sabda nabi muhammad saw di atas, kita sebagai sesama orang islam dan sesama orang beriman di perintahkan untuk saling merasakan apa yang di rasa oleh yang lainnya, merasa gembira atas kegembiraan mereka dan merasa sedih atas kesedihan mereka serta saling menguatkan satu dengan yang lain dalam banyak hal. Sehingga orang - orang di luar islam dan orang - orang yang tak beriman segan dan menghormati orang - orang islam.

Tapi realitanya saat ini orang - orang islam banyak yang mengabaikan dan meninggalkan apa - apa yang telah di sabdakan oleh Nabi Muhammad. Mereka mati rasa terhadap situasi dan kondisi orang -orang islam lainnya dan tidak saling menguatkan bahkan saling melemahkan satu dengan yang lainnya sehingga yang terjadi kebanyakan orang - orang islam tidak di hargai dan di hormati oleh orang - orang di luar islam.

Nabi Muhammad menegaskan :

من لم يهتم بأمور المسلمين فليس منا

Barang siapa yang tidak memperhatikan atau mempedulikan dengan urusan - urusan orang - orang islam maka dia bukan dari golongan kita

Dari hadits nabi di atas dapat kita simpulkan betapa sedikit sekali orang - orang islam sejati dan orang - orang mukmin sejati yang memiliki kepedulian, perhatian, dan saling menguatkan dengan sesamanya.

Lalu kita bagian dari type muslim dan mukmin yang mana dalam konteks terzaliminya Palestina?!...kita bagian dari golongan Nabi Muhammad atau bukan?...

Kedua, yang perlu kita perhatikan adalah janji - janji Allah SWT  bagi orang yang mau membantu orang yang terzalimi dan ancaman Allah bagi orang yang tidak mau membantunya. Di antara beberapa janji - janji Allah bagi orang yang mau membantu orang yang terzalimi :

  1. Allah juga akan selalu menolongnya.
  2. Mendapat pahala hajji yang mabrur.
  3. Mendapat 73 ganjaran, satu untuk perbaikan urusan dunianya dan 72 untuk peningkatan derajat di akhirat.
  4. Di kokohkan kedua kakinya di atas shirot sehingga tidak tergelincir ke neraka.

Dan terkait ancaman bagi yang tidak mau membantu orang yang terzalimi, Rasul Bersabda :

عن جَابِربْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَأَبِيْ طَلْحَةَ بْنِ سَهْلٍ الْأَنْصَارِيِّ يَقُولَانِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَهُ. (رواه أبوداود)

Dari Jabir bin Abdillah RA dan Abu Thalhah bin Sahal Al-Anshari RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Tidaklah seseorang tidak mau menolong seorang muslim pada suatu tempat yang kehormatannya terampas dan harga dirinya terlecehkan, melainkan Allah tidak akan menolongnya pada suatu tempat yang dia sangat mengharapkan pertolongan-Nya. Dan tidaklah seseorang menolong seorang muslim yang berada pada suatu tempat yang kehormatannya terampas dan harga dirinya terlecehkan di dalamnya, melainkan Allah akan menolongnya pada suatu tempat yang ia sangat mengharapkan pertolongan-Nya." (HR. Abu Dawud, no. 4240).

عَنْ سَهْلِ بْنِ حَنِيْفٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أُذِلَّ عِنْدَهُ مُؤْمِنٌ، فَلَمْ يَنْصُرْهُ وَهُوَ قَادِرٌ عَلىَ أنْ يَنْصُرَهُ؛ أَذَلَّهُ اللهُ عَلىَ رُؤُوْسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. رواه أحمد

Dari Sahal bin Hanif RA, Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang di sisinya ada seorang mukmin yang dihinakan, tetapi dia tidak mau menolongnya padahal dia mampu menolongnya, maka Allah akan menghinakan dia di hadapan seluruh makhluk pada Hari Kiamat kelak.” (HR. Ahmad).

من راى مظلوما فاستغاث به فلم يغثه ضرب في القبر بمائة سوط من النار

Barang siapa yang melihat orang yang terzalimi lalu dia minta tolong kepadanya tapi dia tidak menolongnya maka dia akan di pukul di kuburannya dengan 100 kali cambukan dari api

Yaumul Quds Momentum Kebangkitan Kepedulian

Dalam konteks inilah Yaumul Quds memiliki makna yang sangat penting. Hari tersebut bukan sekadar simbol peringatan, tetapi momentum untuk membangkitkan kesadaran bahwa perjuangan Palestina adalah persoalan kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan.

Palestina bukan hanya isu politik internasional. Ia adalah persoalan keadilan, kemanusiaan, dan nurani global.

Setiap orang mungkin memiliki keterbatasan dalam memberikan bantuan. Namun kepedulian, doa, suara, dan tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten tetap memiliki arti yang sangat besar.

Pada akhirnya, sejarah selalu mencatat siapa yang berdiri di sisi keadilan dan siapa yang memilih diam di tengah kezaliman.

Semoga Allah SWT memberikan pertolongan kepada mereka yang terzalimi, menguatkan hati rakyat Palestina, serta membangkitkan kesadaran umat untuk selalu berpihak kepada kebenaran dan kemanusiaan.

Aamiin.

Editor: Ahmad Faiz                Reporter: Abd.Rauf