Viral, Menu MBG di Bawean Dikeluhkan Berbau oleh Wali Murid dan Sekolah
![]() |
| Menu MBG yang disuplai oleh SPPG Namira Berkah Olle Naber yang dikeluhkan bau oleh wali murid dan sekolah (Foto: Istimewa) |
kabarbawean.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Namira Berkah Olle Naber di Pulau Bawean menjadi sorotan setelah muncul keluhan terkait menu ayam yang diduga berbau tidak sedap.
Informasi tersebut viral di media sosial dan grup WhatsApp warga Bawean, menyusul beredarnya video yang menyebutkan menu ayam dalam paket MBG beraroma tidak sedap.
Sejumlah wali murid mengaku menemukan kondisi tersebut di beberapa sekolah. Salah satunya disampaikan Ibu Ira, wali murid TK RA NU 03 dan MI Pekalongan.
“Kayaknya hampir semua sekolah yang SPPG Namira ayamnya dapat yang bau dan basi. Anak saya yang TK dapat ayam bau, terus yang MI juga dapat ayam bau. Di sekolah anak saya Pekalongan juga dapat dari Namira dan basi. Saya wali murid soalnya. Iya, dari SPPG Namira, TK DWP Tambak juga dapat ayam basi,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (31/3/2026).
Hal serupa juga disampaikan Kepala RA NU 03 Pekalongan, Hartini. Ia menyebut anak-anak mencium aroma tidak sedap pada menu ayam yang dibagikan.
“Iya, ayamnya ada yang berbau. Entah ayam, entah bumbunya. Anak-anak RA mencium bau tak sedap, hingga ada yang tidak dimakan. Pokoknya bau aroma yang tak bergairah, si masakan ayamnya,” tuturnya.
Ia juga berharap adanya perhatian terhadap kualitas menu, termasuk untuk tenaga pendidik.
“Dan saya juga berharap untuk guru dibedakan menunya, masak sama dengan anak-anak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPT SD Negeri 383 Gresik, Urwatul Usqa, menilai bau yang muncul berbeda dari biasanya, meskipun tidak mengarah pada kondisi basi.
“Ayam gorengan itu bau anyir tidak seperti biasanya, kemungkinan sudah lama di kulkas. Kemudian saya telepon ke pihak SPPG untuk datang ke sekolah cek sebelum dibagikan ke anak-anak. Kata ahli gizinya higienis bahan baru, tapi memang anak-anak sudah banyak tidak mau karena tidak seperti biasanya, tidak fresh, hanya bau tidak sedap dan tidak basi,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Namira Berkah Olle Naber, Riska Devina Azaria, membenarkan adanya keluhan dari sejumlah sekolah, namun menegaskan bahwa makanan masih dalam kondisi layak konsumsi.
“Memang ada beberapa komplain, tetapi setelah kami datangi ke sekolah dan dicek langsung oleh saya, ahli gizi, dan asisten lapangan, MBG masih bisa dikonsumsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bau yang muncul diduga berasal dari proses marinasi ayam yang terlalu lama, bukan karena makanan basi.
“Diduga bau itu berasal dari ayam yang dimarinasi terlalu lama, kemungkinan dari bumbunya. Bukan basi dan tidak mengarah pada hal yang fatal,” jelasnya.
Riska menyebut, dari total 48 sekolah dengan sekitar 3.095 porsi MBG yang didistribusikan, keluhan hanya terjadi di lima sekolah. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Kami sudah cek langsung, bahkan saya coba sendiri, dan aman. Ada guru juga yang masih mengonsumsi,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, pihak SPPG juga menarik sebagian menu dari sekolah yang menolak dan mengalihkannya ke sekolah lain.
“Ada beberapa yang kami alihkan karena sudah terpengaruh informasi. Tapi setelah dicek, yang masih aman kami distribusikan ke sekolah lain dan tidak ada komplain,” ungkapnya.
Pihak SPPG memastikan akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus meningkatkan kualitas pengolahan makanan dalam program MBG.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

