Subhan, Pegiat Lingkungan di Pulau Bawean Gresik Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Pariwisata
![]() |
| Subhan saat mendapatkan penghargaan dari Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, sebagai tokoh penggerak pariwisata (Foto :Istimewa) |
kabarbawean.com - Subhan, seorang asal Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, kembali menorehkan prestasi atas perannya menjaga kawasan Mangrove di desanya.
Pria yang dikenal pegiat lingkungan Mangrove ini, meraih penghargaan dari Bupati Gresik sebagai tokoh penggerak pariwisata. Penghargaan itu, atas dedikasinya dan pelestarian ekosistem mangrove di Pulau Bawean. Secara simbolis Wabup Gresik Asluchul Alif memberikan kepada 30 insan pariwisata dan budayawan. Salah satunya Subhan.
Penyerahan dilakukan dalam kegiatan “Apresiasi Pariwisata, Budaya, dan Media Bercerita” di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Jumat (13/03/26).
"Syukur Alhamdulillah terpilihnya saya mendapatkan penghargaan sebagai tokoh penggerak pariwisata yang konsen terhadap pelestarian alam dan lingkungan di pulau Bawean, oleh Bupati Gresik," ucap Subhan,
Subhan menegaskan, dari penghargaan menjadi suatu pembelajaran dan pengalaman kepada penggerak pariwisata lainnya.
"Jangan hanya saja kita bisa menjual dan mengenalkan potensi alam dan potensi desa kita, akan tetapi sangat penting sekali kita menjaga kelestarian alam dengan menerapkan konservasi dan edukasi bagi para pengunjung dan masyarakat sekitar," ujarnya.
Menurut dia, dunia pariwisata dalam pengelolaannya, ditekankan melibatkan masyarakat agar wisata yang dikelola bisa terus berkelanjutan kedepannya.
"Semoga dengan apa yg saya lakukan bersama teman teman Hijau Daun bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat pulau Bawean, lebih lebih lagi bagi masyarakat Kabupaten Gresik.Seperti kata pepatah Rawatlah alam maka alam akan merawat kita. Terima kasih salam konservasi dari saya untuk semua teman-teman, " tambahnya.
Diketahui, penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah kategori. Di antaranya desa wisata, kampung wisata, tokoh penggerak pariwisata, budayawan, jurnalis, hingga pelaku promosi pariwisata dan budaya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) ini turut dihadiri oleh Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024, Melati Tedja serta tokoh pers.
Sekedar informasi, Mangrove Hijau Daun menjadi salah satu kawasan yang terus berkembang. Bermula sebagai kawasan konservasi berbasis pariwisata. Kini berkembang dengan hasil olahan laut kepiting beserta ruang observasi bagi para pegiat lingkungan.
Editor: Ahmad Faiz Reporter: Saiful Hasan

