BREAKING NEWS

Rujukan Pasien Membludak, Sekali Berlayar Kapal dari Bawean Bawa 7 hingga 4 Pasien

Ambulans membawa pasien rujukan menuju Gresik saat berada di Pelabuhan Bawean
(foto: kabarbawean)

kabarbawean.com - Lonjakan jumlah pasien rujukan dari Pulau Bawean ke daratan Gresik kembali menjadi sorotan. Keterbatasan jadwal transportasi laut serta minimnya tenaga medis spesialis dinilai berdampak langsung pada layanan kesehatan masyarakat.

Ketua Cabang PSB Surabaya, Awi, mengungkapkan bahwa dalam satu kali keberangkatan kapal usai jeda operasional, jumlah pasien yang dirujuk cukup tinggi.

“Kapal pertama membawa tujuh pasien, besoknya empat pasien. Sampai saat ini masih terus ada pasien yang dirujuk ke Jawa,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, pada 21 hingga 23 Maret tidak terdapat jadwal keberangkatan kapal dari Bawean. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan.

“Tanggal 21, 22, 23 tidak ada kapal. Begitu ada kapal, langsung tujuh pasien berangkat. Ini bukti bahwa transportasi setiap hari sangat dibutuhkan,” katanya.

Menurut Awi, kekosongan jadwal kapal bukan hanya terjadi pada momen tertentu seperti hari besar, tetapi juga kerap terjadi dalam kondisi normal.

“Kejadian kosong kapal dua kali dalam seminggu itu sudah sering terjadi saat normal. Ini yang sangat kami sayangkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sepanjang tahun sebelumnya, setiap kali terjadi kekosongan jadwal kapal, jumlah pasien yang dirujuk pada keberangkatan berikutnya selalu lebih dari satu orang, bahkan pernah mencapai lima pasien dalam satu perjalanan.

"Jika ada hari yang kosong kapal pas ada kapal selalu lebih dari satu pasien yg di kirim bahkan lima pasien," imbuhnya.

Selain persoalan transportasi, Awi juga menyoroti keterbatasan fasilitas layanan kesehatan di Bawean, terutama dari sisi peralatan medis dan ketersediaan dokter spesialis.

“Peningkatan fasilitas rumah sakit, peralatan, dan tenaga medis seperti dokter spesialis sangat dibutuhkan di Bawean,” tegasnya.

Menurutnya, keterbatasan tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan pasien yang seharusnya dapat segera dirujuk ke rumah sakit di daratan.

“Walau umur ditentukan Tuhan, setidaknya kita tidak melihat adanya keterlambatan penanganan yang seharusnya bisa dihindari,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret, baik dengan meningkatkan fasilitas kesehatan di Bawean maupun memastikan ketersediaan transportasi laut setiap hari.

“Jika belum bisa menambah dokter spesialis, minimal transportasi Bawean-Gresik harus normal setiap hari ada agar tidak ada pasien yang tertunda dirujuk,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai evaluasi layanan transportasi laut maupun rencana peningkatan fasilitas kesehatan di Pulau Bawean.

Editor: Ahmad Faiz                    Reporter: Saiful Hasan