BREAKING NEWS

Pertalite di Bawean Mulai Langka, Warga Antre di Pengecer

Warga Pulau Bawean antre mengisi BBM jenis Pertalite di salah satu pengecer
 (Foto: kabarbawean) 

kabarbawean.com - Bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Pulau Bawean dilaporkan mulai langka dalam tiga hari terakhir. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga harus mencari hingga ke berbagai wilayah untuk mendapatkan bensin.

Pantauan pada Jumat (6/3/2026) sore yang bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 Hijriah, warga terlihat mengantre di salah satu penjual eceran Pertalite di wilayah Sangkapura.

Salah satu warga Bawean, Abidin, mengaku sengaja mengisi penuh tangki sepeda motornya karena sulit menemukan Pertalite di sejumlah tempat.

“Saya mengisi penuh jok motor saya karena sudah mencari ke bagian timur dari Desa Sungai Teluk sampai ke timur Alun-alun, tapi tidak ada. Alhamdulillah akhirnya saya menemukan di Padelaman ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi antrean.

Hal serupa juga disampaikan Lina, warga Tambak. Ia mengatakan persediaan Pertalite di daerahnya sudah habis sehingga harus mencari ke wilayah Sangkapura.

“Di Tambak sudah tidak ada bensin Pertalite. Setelah saya cari ke Sangkapura akhirnya ada. Saya isi penuh jok motor dan membeli sekitar lima liter di jeriken untuk persiapan kalau nanti tidak punya bensin untuk keperluan keluar,” jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) 01 Bawean, H. Abu Bakar saat dikonfirmasi pada Jumat (6/3/2026), ia menyebut kapal pengangkut BBM masih berada di wilayah Masalembu.

“Kapal masih di Masalembu. Insya Allah tanggal 9 atau 10 sudah sampai di Bawean,” ujarnya.

Informasi serupa juga disampaikan Halim Alhasy, perwakilan SPBU Kompak Bawean. Saat dihubungi melalui telepon, ia mengatakan kapal pengangkut BBM masih menunggu kondisi cuaca yang baik.

“Posisi kapal informasinya masih menunggu cuaca baik dari Masalembu,” katanya.

Kelangkaan sementara ini diduga terjadi akibat keterlambatan distribusi BBM menuju Pulau Bawean yang sangat bergantung pada kondisi cuaca laut. Warga berharap pasokan Pertalite segera tiba agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Editor: Ahmad Faiz                Reporter: Prof